Share

Kisah Tony Richardo, Mahasiswa Unesa yang Gagal Masuk PON Tapi Raih Emas di ASEAN Para Games

Tim Okezone, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 65 2644861 kisah-tony-richardo-mahasiswa-unesa-yang-gagal-masuk-pon-tapi-raih-emas-di-asean-para-games-vlLchEzt1C.jpg Kisah Tony Richardo, mahasiswa Unesa yang gagal masuk POn tapi raih emas di ASEAN Para Games/Dok. Unesa

SURABAYA - Tony Richardo Mantolas, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang turut menyumbangkan medali untuk Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2022.

Dalam ajang ini, ia mendapatkan dua medali emas sekaligus dalam Blind Judo kelas J2+90 Kg putra perorangan dan J1+73 Kg regu.

Dikutip dari laman resmi Unesa, kemenangan Tony tersebut adalah yang pertama baginya. Ia sendiri bahkan tidak menyangka bakal bisa mempersembahkan dua medali sekaligus untuk Tanah Air.

“Pokoknya saya nggak mikir yang lain. Benar-benar fokus latihan rutin dari Maret-Juli 2022. Dan hasilnya di luar dugaan. Capaian ini tentu berkat doa, kerja keras, usaha dan dukungan semua pihak terutama dosen pembimbing yang selalu mendukung selama proses latihan,” ujarnya.

Pejudo asal Denpasar ini mengatakan bahwa di balik medali yang ia sabet tersebut ada tenaga dan keringat yang terus mengalir.

Setiap hari ia konsisten berlatih fisik maupun teknik. Bahkan, setiap pagi ia menempa diri dengan lari, push-up, dan berbagai latihan fisik lainnya.

Tantangan selama latihan selain fisik juga manajemen waktu sebagai atlet sekaligus sebagai mahasiswa.

“Dosen-dosen di kampus selalu mendukung dan mensupport kami sebagai atlet. Saya selalu berkomunikasi dengan dosen pengampu mata kuliah jika ada kendala dalam perkuliahan. Biasanya saya juga sering cicil tugas di waktu luang dan setelah itu bisa fokus latihan untuk persiapan pertandingan,” ceritanya.

Pada kesempatan itu, Tony menyampaikan terima kasih kepada Unesa yang memberikan ruang untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi.

“Terima kasih yang tak terhingga untuk Unesa dan orang-orangnya yang hebat,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Olahraga (FIO), Unesa, Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes. menyampaikan rasa haru sekaligus bangga atas pencapaian mahasiswanya itu.

Menurutnya, capaian Indonesia dan mahasiswanya itu menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan dalam meraih prestasi.

“Dari Mas Tony dan atlet disabilitas lainnya kita belajar agar tidak gampang putus asa. Jika kita gagal di satu pintu, masih banyak pintu-pintu lain yang terbuka asal kita mau berusaha. Jadikan Tony Richardo ini sebagai contoh, ia gagal bergabung di PON tapi akhirnya ia mampu memperoleh 2 medali emas di ASEAN Para Games 2022,” bebernya.

Pelatih sekaligus Humas NPCI itu menambahkan, mahasiswanya itu mengalami low vision atau gangguan penglihatan yang ditandai dengan penurunan tajam penglihatan dan tidak dapat diperbaiki dengan kacamata, lensa kontak, atau pembedahan.

“Sebelumnya memang atlet biasa. Namun belakangan penglihatannya turun drastis. Akhirnya ia masuk membela kontingen Indonesia di APG 2022,” ucapnya.

Dia berharap, perjuangan atletnya itu bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Unesa lainnya dan atlet-atlet Indonesia pada umumnya.

“Tidak ada prestasi yang didapat secara gratis. Semua perlu dibayar dengan kerja keras dan konsistensi. Mentalitas para juara harus terus dirawat dan dilestarikan. Kita harus buktikan pada dunia bahwa Indonesia bisa,” pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini