Share

Universitas Terbuka Resmi Kerja Sama dengan Kampus Terbuka Pakistan

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 65 2641300 universitas-terbuka-resmi-kerja-sama-dengan-kampus-terbuka-pakistan-vzTtEfmRju.jpg Universitas Terbuka resmi kerja sama dengan kampus terbuka Pakistan/Antara

JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) menjalin kerja sama dengan kampus terbuka yang juga menerapkan pendidikan jarak jauh asal Pakistan yaitu Allama Iqbal Open University (AIOU).

“Ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman atau MoU yang sudah dilakukan pada 2019. Kunjungan ini bertujuan untuk merealisasikan MoU yang sudah ada, diantaranya pertukaran mahasiswa antara UT dan AIOU dan juga pertukaran staf antara kedua kampus,” ujar Rektor UT, Profesor Ojat Darojat dikutip dari Antara, Rabu (3/8/2022).

AIOU sendiri adalah kampus yang juga menerapkan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh serta memiliki 44 kampus di Pakistan.

Kampus ini adalah institusi pendidikan tinggi terbesar kedua di dunia dengan jumlah mahasiswa rata-rata sebanyak 1,2 juta per tahun.

Dia menjelaskan AIOU merupakan kampus yang juga menerapkan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, dan memiliki 44 kampus di Pakistan. Kampus tersebut merupakan institusi pendidikan tinggi terbesar kedua di dunia dengan jumlah mahasiswa rata-rata sebanyak 1,2 juta per tahun.

“Kita perlu banyak belajar dengan AIOU bagaimana bisa mendapatkan mahasiswa yang begitu banyak dan bagaimana pengelolaannya,” terang dia.

Dalam kesempatan tersebut, UT juga menawarkan program pendidikan bersama dengan AIOU. Dengan demikian bisa saling berbagi sumber daya manusia dan juga agar UT bisa menjadi kampus terbuka kelas dunia.

Vice Chancellor AIOU, Prof Dr Zia Ul Qayyum, mengatakan perlu adanya kolaborasi untuk meningkatkan pembelajaran dan juga riset yang nantinya akan berdampak pada pengalaman belajar yang baik.

“Kedua kampus ini akan saling berbagi pengalaman dan kami banyak belajar dari UT dengan kerangka jaminan kualitas pembelajaran yang bisa digunakan di Asia,” terang Zia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini