Share

Universitas Pancasila Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan University of California Berkeley

Andika Shaputra, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 65 2641183 universitas-pancasila-jajaki-kerja-sama-pendidikan-dengan-university-of-california-berkeley-nukyNeCtcQ.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Fakultas Farmasi Universitas Pancasila menggandeng University of California Berkeley untuk berkolaborasi di berbagai bidang. Diketahui, University of California Berkeley berada di peringkat 4 di Universitas Global Terbaik.

(Baca juga: 10 Kampus dengan Jurusan Matematika Terbaik di Dunia, Princeton University hingga UCLA)

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Syamsudin, mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah permulaan kerjasama dengan UCB dimana adanya kolaborasi di berbagai bidang.

“Diantaranya dapat pertukaran pelajar serta dosen, mahasiswa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, kerjasama riset, kuliah tamu, kunjungan Profesor, postdoctoral dan kursus atau program keahlian tertentu,”ujarnya dalam seminar hybrid bertajuk ini In-Depth talk about University of California Berkeley,”Rabu (3/8/2022).

Seminar tersebut juga mengundang pembicara dari University of California Berkeley (UCB) yakni Prof. George Anwar dan Dr. Matthew P. Sherburne.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan awal untuk membuka peluang kerjasama antara Universitas Pancasila dengan UCB,”tukasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila, Edie Toet Hendratno, menyampaikan pihaknya sangat mendukung langkah awal kolaborasi ini, dimana Fakultas Farmasi Universitas Pancasila dapat menjadi tuan rumah dalam kunjungan UCB di Indonesia.

“UCB merupakan universitas bergengsi dan salah satu yang terbaik di dunia, tentu dengan agenda ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan kerjasama dimulai dari yang kecil terlebih dahulu di Fakultas Farmasi kemudian fakultas lainnya yang ada di Universitas Pancasila,”ungkapnya.

Kolaborasi antar universitas (University to University), tidak hanya dalam proses akademik namun dapat berkembang sesuai dengan program kerja yang telah disepakati bersama ke depannya, tentunya Universitas Pancasila siap untuk berkolaborasi dengan UCB.

“Dengan adanya kerjasama dengan kampus ternama seperti UCB harapan besarnya dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi untuk lebih baik dan unggul dari berbagai bidang,” tandasnya.

Pembicara dari UCB, George Anwar yang merupakan pakar di bidang material science, ini mengenalkan sejarah UCB dan ruang lingkupnya serta beberapa riset yang dikerjakan oleh para ahli di UCB.

Hal senada juga diutarakan pembicara lainnya dari UCB, Matthew yang menyampaikan bahwa banyak mahasiswanya yang berasal dari Indonesia melanjutkan studi di UCB.

Salah satu yang menarik dan sesuai dengan bidang kefarmasian adalah riset yang berjudul “Microphysiological System (tissue chips) for Drug Development, Gene Editing and Enviromental Screening” bahwa organ pada chip dalam penelitiannya menampung jaringan jantung manusia yang berasal dari sel induk dewasa, dapat menggantikan model hewan untuk pemeriksaan keamanan obat.

Dia melanjutkan, beberapa kendala penemuan dan pengembangan obat terhambat oleh tingkat kegagalan yang tinggi yang dikaitkan dengan ketergantungan pada model hewan non-manusia yang digunakan selama pengujian keamanan dan kemanjuran.

“Di sini, para ahli mencoba membuat model in vitro jaringan jantung dan hati manusia. Kemudian di Laboratorium Jay Keasling-UCB dapat merekayasa Escherichia coli dan Saccharomyces cerevisiae untuk menghasilkan prekursor artemisinin, asam artemisinat, yang dapat dengan mudah diubah menjadi artemisinin,” pungkasnya.

Sementara itu, BOD PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) Henryanto Komala,menyampaikan pihaknya membuka peluang kerja sama untuk akademisi baik dari Universitas Pancasila maupun UCB. BOD Nucleus Farma menyampaikan bahwa inovasi teknologi dan riset pengembangan produk merupakan dasar kolaborasi dengan perguruan tinggi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini