Share

SMUP Sarjana Terapan Unpad Digelar, Banyak Peserta yang Tak Baca Aturan

Arif Budianto, Koran Sindo · Selasa 02 Agustus 2022 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 65 2640580 smup-sarjana-terapan-unpad-digelar-banyak-peserta-yang-tak-baca-aturan-cwuqZjQkov.jpg SMUP Sarjana Terapan Unpad/Dok. Unpad

BANDUNG - Universitas Padjadjaran (Unpad) telah melaksanakan Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Sarjana Terapan melibatkan 8.318 peserta kemarin.

Kendati ujian digelar secara daring, menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), namun banyak peserta yang belum membaca aturan secara penuh.

Kepala Kantor SMUP Unpad Ir. Anas, PhD, mengatakan, mekanisme seleksi dari SMUP Sarjana Terapan seluruhnya menggunakan nilai ujian.

Hal ini berbeda dengan SMUP Sarjana Mandiri yang memiliki dua skema ujian, yaitu menggunakan nilai UTBK atau ujian mandiri.

“Soalnya kita khususkan untuk program Sarjana Terapan,” kata Anas dalam siaran pers Kanal Media Unpad.

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi. Pengawasan ujian dilakukan oleh 100 orang pengawas. Satu pengawas bertugas mengawasi sekira 40 peserta.

Anas mengatakan, secara teknis, panitia telah menggelar simulasi pelaksanaan ujian yang digelar pada Jumat (29/7/2022).

Selain itu, berbagai informasi mengenai tata cara dan peraturan ujian telah diinformasikan melalui laman SMUP. Kendati demikian, masih banyak peserta yang belum menginstalasi aplikasi atau terlambat mengikuti ujian.

“Total kita beri waktu tolerasi 1 jam, 30 menit sebelum pelaksanaan dan 30 menit setelah pelaksanaan. Kita beri waktu, terutama bagi mereka yang belum menginstalasi aplikasi,” terangnya.

Anas melanjutkan, tahun ini, daya tampung program Sarjana Terapan Unpad adalah sebesar 920 orang. Pengumuman SMUP Sarjana Terapan sendiri akan dibuka pada Senin (8/8/2022) mendatang.

“Kita harapkan nantinya calon mahasiswa Sarjana Terapan adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi ysesuai bidang yang diinginkan,” kata Anas. Selain itu, calon mahasiswa nantinya wajib mengikuti uji kompetensi.

“Uji kompetensi ini wajib diikuti, sehingga ketika lulus mereka memiliki keterampilan dan softskill yang membuat nilai jual yang lebih bagi lulusan kita,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini