Share

Dokter FK Universitas Brawijaya Buat Komik Edukasi Kesehatan Mata untuk Peringati HAN

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 27 Juli 2022 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 65 2637217 dokter-fk-universitas-brawijaya-buat-komik-edukasi-kesehatan-mata-untuk-peringati-han-xRzLstISUS.jpg Dokter FK Universitas Brawijaya buat komik edukasi kesehatan mata untuk

MALANG - Cara unik dilakukan oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) mensosialisasikan kesehatan mata kepada anak-anak dengan membuat komik.

Komik ini dibuat sebagai bagian dari sosialisasi kesehatan mata kepada anak dan memeringati Hari Anak Nasional.

Komik kesehatan mata ini disusun oleh tiga orang akademisi dokter dari FK Universitas Brawijaya. Ketiganya adalah Dr. dr. Dhelya Widasmara, SpDV, Dr. dr. Nanda Wahyu Anandita, Sp. M(K) dan dr. Lely Retno Wulandari, Sp.M, yang mengarang komik berjudul Bunga dan Langit si Dokter Cilik Vol. 2: Yuk Jaga Kesehatan Mata Kita dari Gadget.

Komik ini diharap bisa mengurangi ketergantungan gawai selama pandemi Covid-19 yang membuat kesehatan mata anak-anak terganggu.

Dr. dr. Dhelya Widasmara mengungkapkan, komik ini dikeluarkan sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, satu komik tersebut dibuat sesuai tema yang diinginkan.

Komik tersebut dibuat dengan tema mengenalkan penyakit akibat gawai kepada anak-anak, bernama Computer Vision Syndrome (CVS).

β€œDi tahun ini, menyesuaikan subtema Hari Anak, yaitu Anak Tangguh Pasca Pandemi, saya memilih tema kesehatan mata. Terlebih lagi, dua tahun belakangan, kita lebih sering menatap gadget," kata Dhelya Widasmara, melalui keterangan tertulisnya kepada MNC Portal, pada Selasa sore (26/7/2022).

Selain tentang gejala CVS, komik Bunga dan Langit juga memberikan pemahaman tentang penggunaan kacamata dan panduan memelihara kesehatan mata.

Menurutnya, Dokter Nanda dan Dokter Lely merupakan dokter subspesialis mata anak, sehingga lebih mudah menyampaikan tentang kesehatan mata anak.

"Beberapa alasan kami untuk membuat komik ini antara lain adalah banyaknya keluhan dan kekhawatiran dari para orang tua yang saat ini semakin susah rasanya untuk menghilangkan kebiasaan pada anak untuk screen time pada anaknya," ucapnya.

"Padahal kita tahu bagaimana masalah yang akan muncul setelah pandemi terjadi dan kebiasaan anak-anak bermain dengan komputer, laptop, ponsel, tablet dan gadget lainnya dala jangka panjang akan menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yang akan membuat mata kabur, kurang fokus, dan juga membuat mata menjadi kering,” imbuhnya.

Pihaknya menyarankan agar pasca pandemi Covid-19, orang tua perlu kembali membiasakan anak-anak melakukan kegiatan di luar rumah atau outdoor.

"Bagaimana kembali lagi berkegiatan outdoor, kembali bermain layangan, misalnya. Orang tua juga perlu mencontohkan kepada anak, tentang bijak menggunakan gadget,” ungkapnya.

Terakhir, Dhelya berharap melalui komik ini dapat memberikan pemahaman kepada anak, khususnya siswa sekolah dasar, untuk memperhatikan dan menjaga kesehatan mata.

β€œDalam komik ini, ada edukasi efek screen time yang terlalu panjang dan gejala CVS. Kami juga berupaya untuk mengajak untuk tidak takut ke dokter spesialis. Karena mata adalah jendela dunia, dan juga aset anak di masa depan,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini