Menurut data satelit milik Denmark, selama kurun waktu 20 tahun terakhir, ada sekitar 5.100 miliar ton es di Kutub Utara yang mencair.
Mengutip dari Live Science, Jumat (22/07/2022), peneliti mengatakan, "hilangnya es yang luas di Greenland telah berkontribusi pada kenaikan permukaan laut global sekitar 1,2 cm hanya dalam dua dekade.”
Mencairnya es di kutub mengancam kelangsungan hewan-hewan yang bergantung pada es.
Contohnya adalah beruang kutub. World Wild Life mengatakan jika populasi beruang kutub mengalami penurunan sebesar 40%.
Peneliti bahkan memperkirakan beruang kutub akan punah di tahun 2100.
2. Terumbu karang yang mati
Selain menyebabkan es mencair, pemanasan global juga bisa menyebabkan terumbu karang mati.
Kematian terumbu karang bisa menyebabkan kepunahan biota laut karena naiknya suhu air laut.
Melansir dari NOAA’s National Ocean Service, kenaikan suhu yang terjadi pada air laut bisa menyebabkan pemutihan pada karang dan penyakit karang.
Kondisi ini tentu berpotensi membunuh karang-karang yang ada di laut.
Padahal, karang merupakan salah satu komponen eksistem laut yang perannya sangat penting bagi kelangsungan hidup biota laut.
Selain itu, terumbu karang memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap karbon dioksida serta memproduksi oksigen sebagaimana tanaman yang ada di daratan.
Apabila ekosistem terumbu karang terganggu, keseimbangan karbon dioksida dan oksigen di bumi pun akan terganggu.
3. Daratan yang semakin tergerus
Mencairnya es di kutub selatan dan kutub utara menyebabkan bongkahan es tersebut menjadi air dan terjadi kenaikan permukaan air laut.
Kondisi ini akan mengakibatkan daerah-daerah di pesisir pantai terendam dan daratan semakin tergerus air laut.
Kejadian ini akan berdampak buruk pada hewan, manusia, dan tumbuhan karena akan kehilangan tempat tinggal dan bisa menyebabkan kepunahan.