Di tahun 2017/2018, murid kelas 1 hanya 7 siswa dan 2018/2019 hanya 6 siswa, sementara di tahun 2019/2022 hanya 2 orang siswa saja.
Agnes menambahkan dirinya sebagai ASN ditugaskan ke sekolah ini sejak tahun 1991 lalu, saat itu sekolah masih menerima puluhan siswa setiap tahun ajaran baru.
Meski sekolah yayasan Katolik, namun saat itu yang bersekolah dari berbagai agama yang ada di kelurahan tersebut, bahkan siswa beragama Katolik tida banyak yang bersekolah di sana.
Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah siswa pun makin menurun.
Suasan sekolah yang asri dan bangunan tembok yang masih kokoh dan satu ruang guru yang dibangun tahun 2020 akan segera ditinggalkan.
Saat ini SD Kanisius Trengguno hanya memiliki 11 orang murid untuk kelas 4 dan 5, serta kelas 6 ada 3 orang.