Share

Universitas Negeri Malang Kukuhkan Profesor Ahmad Taufiq Jadi Guru Besar, Termuda di FMIPA

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 09 Juli 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 09 65 2626575 universitas-negeri-malang-kukuhkan-profesor-ahmad-taufiq-jadi-guru-besar-termuda-di-fmipa-mPLiUTs8xb.jpg Profesor Ahmad Taufik dilantik menjadi guru besar UM/Dok. UM

MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan enam profesor atau Guru Besar beberapa waktu yang lalu di Gedung Graha Cakrawala.

Salah satu dosen yang dikukuhkan adalah Profesor Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd.m M.Si yang meraih gelar Profesor sejak 2021 dalam bidang Ilmu Fisika Material, FMIPA (UM).

Dikutip dari laman resmi UM, Profesor Ahmad Taufiq mendapat anugerah sebagai Profesor termuda di UM pada usia di bawah 40 tahun dan termasuk dari sedikit Profesor muda di Indonesia, khususnya dalam bidang Ilmu Fisika.

Selain itu, ia juga menjadi peneliti terbaik pertama di UM dan peneliti tiga besar terbaik Indonesia berdasarkan Science and Technology Index (SINTA).

Dalam acara pengukuhan Guru Besar UM, Dosen FMIPA UM ini menyampaikan pidatonya yang berjudul 'Nano-Magnetik Cair Berbasis Bahan Alam Indonesia: Fabrikasi dan Pengembangan Aplikasinya'.

Dalam pidato tersebut, ia memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, salah satunya pasir besi.

Oleh sebab itu, kekayaan tersebut harus disyukuri dan dikelola dengan baik. Pengelolaan ini harus dilakukan dengan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan nanosains dan nanoteknologi melalui fabrikasi nanomaterial dan pengembangan aplikasinya.

Penggunaan pasir besi menjadi penting sebagai bahan baku alternatif pengganti bahan baku komersial yang selama ini lazim digunakan.

Oleh sebab itu, Profesor Ahmad Taufiq bersama tim risetnya mengembangkan inovasi baru melalui rekayasa fabrikasi nano-magnetik cair berbasis bahan alam Indonesia berupa pasir besi dan bahan alam lainnya.

Dari hasil riset tersebut, Profesor Ahmad Taufiq telah menghasilkan lebih dari 200 artikel internasional terindex Scopus/Web of Science serta sekitar 30 paten.

Bersama tim riset dan mahasiswa bimbingannya, ia juga beberapa kali meraih penghargaan nasional maupun internasional.

Salah satu penghargaannya ada di Kategori Artikel Ilmiah Berkualitas Tinggi Bidang Kesehatan dan Obat dari Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional pada tahun 2020.

Pada bagian akhir pidato, Profesor Taufiq juga menyampaikan bahwa hasil risetnya adalah buah dari dukungan banyak pihak khususnya bimbingan para guru dan kolaborasi dengan banyak kolega baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti RIKEN Nishina Center dan Universitas Tokyo Jepang, SLRI Thailand, dan lain sebagainya.

“Doa dan dukungan orang tua dan keluarga, kerja keras para mahasiswa, serta kontribusi dari banyak pihak menjadi bagian sangat penting dalam mendukung keberhasilan riset dan publikasi ini. Saya berharap berharap semoga riset dan publikasi ini terus berkembang dan dapat memberi banyak manfaat, khususnya untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini