Share

Jurnal Ilmiah FH Unpad 'PJIH' Terindeks di Scopus, Dinilai Punya Ciri Khas Tersendiri

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 65 2618210 jurnal-ilmiah-fh-unpad-pjih-terindeks-di-scopus-dinilai-punya-ciri-khas-tersendiri-Jxwcipd8Ik.jpg Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad)/Dok. Unpad

BANDUNG - Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (PJIH) berhasil mendapatkan indeksasi dari Scopus.

Sebagai salah satu jurnal pionir di FH, PJIH pun tercatat sebagai jurnal pertama di lingkungan Unpad dan jurnal hukum ke-12 di Indonesia yang dapat predikat jurnal internasional bereputasi.

Dikutip dari laman resmi Unpad, hal ini diungkapkan oleh Pemimpin Redaksi PJIH, Dr. Irawati Handayani, S.H.,LLM., bahwa informasi terindeksnya PJIH disampaikan langsung oleh tim Content Selection and Advisory Board (CSAB) Scopus pada 13 April 2022 yang lalu.

Indeksasi itu diperoleh setelah melalui penilaian kelayakan dari awal 2022.

“Salah satu penilaian penting dari CSAB menyatakan bahwa PJIH merupakan salah satu jurnal yang mempunyai ciri khas tersendiri yang memuat artikel-artikel yang provoking dalam bahasa Inggris, terutama mengenai isu-isu hukum internasional secara umum disertai berbagai artikel yang khusus berkaitan dengan Indonesia,” ujar Irawati dalam rilis.

PJIH sendiri merupakan revitalisasi dari Majalah Padjadjaran yang dibentuk pada 1957 dengan pimpinan redaksi saat itu adalah Profesor Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LLM.

Majalah Padjadjaran sempat vakum dan aktif kembali pada 2014 dengan pimpinan redaksi Profesor Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., PhD.

Tampuk pimpinan redaksi kemudian berganti menjadi Dr. Irawati Handayani sampai saat ini.

Irawati menjelaskan, upaya PJIH untuk mendapatkan indeksasi Scopus memiliki jalan panjang.

Jurnal ini sempat mendapatkan akreditasi SINTA 2 pada tahun 2017 dan kembali mendapatkan akreditasi serupa pada 2021.

Setelah mendapatkan indeksasi Scopus, status SINTA 2 pada PJIH kemudian berubah menjadi SINTA 1.

“Dengan komitmen awal PJIH sebagai sarana pengembangan keilmuan, khususnya ilmu hukum maka dengan terindeksnya pada Scopus diharapkan memperluas cakupan sebaran pemikiran-pemikiran hukum guna pengembangan keilmuan di masa yang akan datang,” kata Irawati.

Dekan FH Unpad Dr. Idris, S.H., M.A., mengapresiasi perolehan indeksasi Scopus ini.

Menurutnya, PJIH yang terindeks Scopus sangat penting dalam memberikan implikasi pada pemeringkatan Unpad, baik QS World University Rankings, THE, maupun peringkat Dikti.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para guru besar & bapak/ibu dosen yg mengirimkan tulisan ke PJIH tersebut dan jurnal internasional lainnya, yang merupakan bagian penting dari reputasi akademik, salah satu kriteria dengan persentase penilaian sebesar 40% untuk QS WUR,” kata Idris.

Idris juga mendorong PJIH terus menlanjutkan proses hingga ke Quartile dan Scientific Journal Rankings (SJR).

“Dekanat dan Rektorat akan mendukung penuh proses tersebut sehingga menjadi tantangan bagi jurnal fakultas lain untuk bisa terindeks Scopus,” kata Idris.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini