Share

Daftar Penemu yang Meninggal karena Hasil Temuannya, Marie Curie Wafat karena Terpapar Radiasi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 27 Juni 2022 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 624 2617027 daftar-penemu-yang-meninggal-karena-hasil-temuannya-marie-curie-wafat-karena-terpapar-radiasi-rwH4jk1bSw.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Teknologi yang kita nikmati hari ini tidak lepas dari pengorbanan para ilmuwan dan penemu. Dahulu kala, demi menciptakan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, para ilmuwan dan penemu rela memberikan waktu dan tenaganya.

Bahkan, sejumlah penemu kehilangan nyawanya ketika menciptakan penemuannya. Berikut daftar penemu yang meninggal karena hasil temuannya.





Marie Curie

Marie Curie merupakan salah satu penemu wanita yang berjasa dalam ilmu kimia. Madame Curie, sebagaimana panggilan akrabnya, adalah ilmuwan yang menemukan proses untuk mengisolasi radium setelah bersama-sama menemukan unsur radioaktif radium dan polonium.

Kendati telah berjasa di bidang sains, Marie Curie juga meninggal akibat penemuannya sendiri. Ia menderita anemia aplastik karena paparan radiasi pengion dalam waktu yang cukup lama. Kala itu, belum ada penelitian lebih lanjut terkait betapa bahayanya paparan radiasi.

Ismail bin Hammad Al-Jawhari

Ismail bin Hammad Al-Jawhari bisa dibilang seseorang yang sangat terobsesi untuk bisa terbang. Berangkat dari obsesinya itu, ia lantas menciptakan sebuat alat yang berbentuk sayap berbahan kayu, yang ia percaya dapat membantunya terbang layaknya burung.

Ia bahkan menambahkan bulu-bulu untuk mempercantik penemuannya itu. Nahas, sarjana Irak terkemuka ini harus meregang nyawa akibat sayap kayu yang dibuatnya itu. Ia gagal terbang setelah melompat dari atas atap masjid.

Alexander Bogdanov

Alexander Bogdanov adalah seorang ilmuwan asal Rusia. Selain menjadi ilmuwan, ia juga merupakan filsuf, penulis fiksi ilmiah, seorang dokter sekaligus politikus. Kehidupannya yang sibuk membuat Alexander Bogdanov sempat mengalami kelelahan. Ia ingin merasa lebih muda sekaligus ingin hidup lebih lama. Maka, ia mulai bereksperimen transfusi darah menggunakan tubuhnya sendiri.

Awalnya, transfusi tersebut berjalan lancar. Transfusi yang ia lakukan kurang lebih 11 kali memberikan efek magis terhadap dirinya. Ia merasa lebih energik dan rambutnya tidak lagi rontok setelah menukar darahnya dengan darah laki-laki yang lebih tua. Namun setelah itu, Bogdanov meninggal akibat transfusi darah yang dilakukannya. Diduga, hal ini karena golongan darah yang berbeda, atau darah yang Alexander Bogdanov gunakan memiliki penyakit malaria.

Franz Reichelt

Sejatinya, pria Prancis yang lahir di Austria ini tidak mempunyai riwayat pendidikan di bidang sains. Franz Reichelt merupakan seorang tukang jahit yang senang berinovasi. Sifatnya ini lantas mendorongnya untuk membuat sebuah parasut berbahan kain yang dapat digunakan pada manusia. Setelah melalui beragam percobaan, Reichelt yakin dengan hasil akhir penemuannya dan ingin mengetes parasut tersebut.

Awalnya, ia berniat menggunakan boneka untuk mengetes parasut buatannya. Namun, akhirnya ia memilih menguji parasut dengan memakainya sendiri. Pada 4 Februari 1912, ia naik ke puncak Menara Eiffel dengan setelan parasut rancangannya. Sayangnya, parasut tersebut tidak bekerja dan Reichelt jatuh dari ketinggian 56 meter. Ia diduga meninggal karena benturan tanah yang keras, namun hasil otopsi menunjukkan, Franz Reichelt ia meninggal karena serangan jantung saat terjun.

Diolah dari berbagai sumber:

Almas Taqiyya - Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini