Share

Harapan Wapres Ma'ruf Amin untuk Lulusan Pusiba, Bisa Sebarkan Islam Moderat di Indonesia

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 22 Juni 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 65 2616056 harapan-wapres-ma-ruf-amin-untuk-lulusan-pusiba-bisa-sebarkan-islam-moderat-di-indonesia-rkX5aU17WQ.jpg Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin/Setwapres

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap lulusan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba) bisa menyebarkan Islam Moderat di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Wapres saat meresmikan Kampus Pusiba di Jalan Kyai H. Noer Ali (Al-Makmur) Nomor 1 Ujung Harapan Bahagia, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022).

Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab merupakan prakarsa dan kerja sama Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

“Selain mengasah kemampuan bahasa Arab, saya berpesan agar wawasan keislaman dan keindonesiaan para calon mahasiswa juga mendapat perhatian. Kelak merekalah duta-duta Al-Azhar di Indonesia yang akan menyebarluaskan pemahaman Islam yang moderat sesuai manhaj Al-Azhar,” ungkap Wapres.

Wapres mengungkapkan Al-Azhar adalah lembaga keagamaan, pendidikan, sosial dan dakwah Islam tertua, yang terus berperan aktif dan berkontribusi besar sepanjang sejarah peradaban Islam.

Menurutnya, sejak didirikan oleh Jauhar al-Shiqilliy pada tahun 361 H, Al-Azhar selalu di garda terdepan dalam mendidik umat dan mengembangkan dakwah Islam yang moderat dan toleran.

Bukan hanya itu di Mesir, melainkan di seluruh dunia.

"Al-Azhar disebut sebagai salah satu benteng keislaman yang moderat," katanya.

Oleh karena itu, ribuan pelajar dari berbagai penjuru dunia datang menimba ilmu, tidak terkecuali dari Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Wapres pun mengungkapkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Al-Azhar sudah lama terjalin erat.

Sejak tahun 1850-an di Masjid Al-Azhar terdapat Ruwaq Jawi yang menjadi hunian para pelajar asal Indonesia.

“Salah seorang yang pernah tinggal di sana adalah Abdul Manan Dipomenggolo, beliau pendiri Pesantren Tremas Pacitan dan kakek dari Syeikh Mahfuzh Tremas,” kata Wapres.

Bahkan, kata Wapres jauh sebelum Mekkah mengenal percetakan, pada tahun 1883 di Kairo telah diterbitkan karya-karya ulama asal Indonesia.

“Syeikh Nawawi al-Bantani adalah salah satu ulama yang karya-karyanya diterbitkan oleh penerbit Boulaq Kairo, seperti Fath al-Mujib bi Syarh Mukhtashar al-Khathib pada tahun 1859,” katanya.

Oleh karena itu, Wapres meminta berbagai kerja sama strategis yang terjalin agar terus dikembangkan.

“Karena kita tidak hanya sedang menyiapkan kemampuan bahasa calon mahasiswa, tetapi juga menyiapkan masa depan Indonesia.”

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini