Kemudian, ia pun menjadi murid Imam Jafar Al-Sadiq untuk bidang kimia, farmasi, kedokteran, astronomi, dan filsafat di Kufah.
Selama mengabadikan dirinya dalam bidang kimia, ia telah menulis ratusan karya.
Karya tersebut antara lain Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’in, Kitab Al-Rahmah, dan Kitab Al Tajmi.
Ia tercatat sebagai penemu sederet proses kimia, seperti penyulingan/distilasi, kristalisasi, kalsinasi, dan sublimasi. Jabir bin Hayyan meninggal dunia pada 815 M di Kufah.
2. Ar-Razi
Pria dengan nama lengkap Abu Bakr Muhammad bin Zakariya Ar-Razi ini lahir di Ray, Iran pada 864 M.
Ketika kecil, ia tertarik dengan dunia tarik suara, namun akhirnya ia jatuh hati pada bidang kimia dan sains.
Ar-Razi, yang salah satu kitabnya berjudul Sirr Al-Asrar, mampu membuat klasifikasi zat alam yang bermanfaat.
Ar-Razi membagi zat yang ada di alam menjadi tiga, yaitu keduniawian, tumbuhan serta binatang.
Soda serta oksida timah adalah hasil ciptaannya.
Selain itu, Ar-Razi tercatat mampu membangun serta mengembangkan laboratorium kimia bernuansa modern. Ar-Razi meninggal dunia pada 925 M.