Share

Bumikan Pancasila, Disdik Jabar Ingatkan Indonesia Emas 2045 di Pundak Pelajar

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 01 Juni 2022 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 624 2603855 bumikan-pancasila-disdik-jabar-ingatkan-indonesia-emas-2045-di-pundak-pelajar-joRSuBh0XI.jpg Kepala Disdik Jabar

BANDUNG - Di tengah momentum Hari Lahir Pancasila, para pelajar di Provinsi Jawa Barat kembali diingatkan tentang masa depan Indonesia.

Pasalnya, para pelajar dinilai memiliki peran besar terhadap masa depan Indonesia, khususnya dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

"Mungkin saat bapak/ibu guru kalian masih ada dan beberapa tidak ada dan saat umur saya sudah 70 tahun. Artinya, negara akan berada di pundak kalian, akan ada Indonesia Emas," tegas Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di SMKN 1 Bandung, Rabu (1/6/2022).

Oleh karenanya, lanjut Dedi, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045, peran pelajar, khususnya yang kini duduk di sekolah menengah sangat dibutuhkan.

Namun, lanjut Dedi, di balik upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, banyak tantangan yang dihadapi para pelajar, khususnya dalam menjalankan praktik-praktik pembumian Pancasila di tengah era digital saat ini.

Menurutnya, di tengah pesatnya era digital, banyak informasi hoaks yang sulit dibendung. Bahkan, tingkat kesopanan pun kini cenderung mulai terkikis, termasuk ancaman lainnya, seperti intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

"Hari ini, tingkat kesopanan netizen kita terendah di Asia Pasifik, termasuk juga adanya intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Intoleransi ini adalah orientasi negatif atau penolakan seseorang terhadap hak politik sosial seseorang," paparnya.

Karena itu, Dedi pun mengajak setiap kepala sekolah maupun cabang dinas untuk menciptakan inovasi dalam menerapkan tagline yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dimana penerapannya dapat dilakukan dengan tema yang berbeda pada setiap hari.

"Misalnya di hari Senin, kita membuat lebih kepada karakter wawasan kebangsaan. Selasa bela negara, Rabu budaya lokal, Kamis cerita soal internasional, tentang agama dan bagaimana menghargai orang tua," paparnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, di tingkat sekolah, pihaknya juga sudah menerapkan kurikulum Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme dan kurikulum Anti Korupsi. Selain itu, membentuk sekolah-sekolah toleran yang memberikan bimbingan kepada pelajar untuk memilah berita hoaks.

"Termasuk mampu memilih dan memilah tentang arti keberagaman dan mendidik mereka dengan jiwa Pancasila," katanya.

Dedi menilai, pembumian Pancasila pada pelajar harus terus ditekankan, agar terwujud kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang lebih baik.

"Kita juga menerapkan paham ini sampai ke tingkat SD dan SMP. Bahkan, di tingkat SD pola-pola membumikan Pancasila dibentuk dalam permainan-permainan tradisional," katanya.

Dedi juga mengimbau seluruh pelajar, agar tidak terpengaruh berbagai pemahaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya bangga terhadap kalian karena suatu saat kalian sukses itu adalah buah karya dari bapak ibu guru. Doa kami untuk kalian sebagai generasi penerus. Pesan saya, jangan terbawa pemahaman-pemahaman yang akan merusak dan menghilangkan Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bandung, Yani Heryani sangat mengapresiasi Kepala Disdik Jabar yang sudah ikut serta memberikan nuansa berbeda kepada siswa-siswi SMKN 1 Bandung, terutama motivasi di Hari Lahir Pancasila tahun ini.

"Tantangan mereka ke depan memang sangat berat, tapi Pak Kadis percaya dengan proses yang ada di dalam pembelajaran ini," katanya.

Dia pun mengapresiasi motivasi yang diberikan terkait visi Indonesia Emas 2045, agar siswa siswinya menjadi generasi yang bertanggung jawab untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Jadi saya senang dengan ungkapan Pak Kadis dan sangat memotivasi mereka. Saya yakin mereka akan lebih bergairah untuk belajar ketika tadi sudah disampaikan harapan-harapan dari kita sebagai orang tua dari mereka," ujarnya.

Yani juga menekankan bahwa disintegrasi bangsa akan terjadi jika bangsa Indonesia tidak berpegang teguh kepada idelogi Pancasila.

"Falsafah Pancasila ini tidak boleh hilang, tetapi harus tetap dipahami oleh anak-anak, apalagi dengan kurikulum Merdeka Belajar sekarang. Tujuan akhir dari pendidikan itu kan menciptakan insan-insan memenuhi profil pelajar Pancasila. Jadi, sangat relevan kegiatan Hari Pancasila ini, memang harus dilakukan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini