Menurut Simon, Indonesia dan kebudayaannya juga berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia merupakan sesuatu yang penting untuk dipelajari oleh mahasiswa Australia.
Simon juga berterimakasih atas dukungan KBRI Canberra terhadap penguatan kajian Indonesia dan bahasa Indonesia di ANU dan berharap agar dapat terus bekerjasama dengan KBRI.
Sementara Atdikbud Najib menyampaikan bahwa mahasiswa dan pemuda dalam sejarah Indonesia selalu memainkan peran sentral dalam perubahan dan kebangkitan.
Peristiwa 98 merupakan salah satu catatan penting dimana mahasiwa Indonesia telah memainkan peran istimewa dalam proses reformasi dan demokratisasi.
"Kebangkitan nasional Indonesia dimulai oleh kaum muda terpelajar. Dalam sejarahnya, kaum muda terpelajar di Indonesia selalu berani mengambil tanggung jawab perubahan. Peristiwa 98 merupakan satu peristiwa diantara peristiwa lainnya yang menguatkan catatan bahwa kaum muda dan mahasiswa selalu memainkan peran istimewa. Mahasiswa 98 terlibat aktif dalam reformasi dan demokratisasi yang hasilnya bisa kita nikmati sampai hari ini", jelas Najib.
Rangkaian kegiatan pertunjukan budaya Indonesia di ANU dimeriahkan oleh penampilan grup angklung dari mahasiswa yang tergabung dalam ANU Indonesian Student Association (ANUISA) yang membawakan lagu Terrajana dan Can’t Help Falling in Love.
Selain ada penampilan angklung, para mahasiswa pemelajar bahasa Indonesia juga diberikan tips belajar bahasa Indonesia oleh Dr. Nenen Ilahi yang murupakan salah satu dosen di ANU.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa secara bergiliran menyampaikan motivasi dan pengalamannya dalam mempelajari bahasa Indonesia.
Kemudian acara ditutup dengan suguhan makanan Indonesia yang dapat dinikmati oleh seluruh peserta dan mahasiswa yang hadir.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik