Share

Faktor yang Melatarbelakangi Pangeran Diponegoro Mengadakan Perlawanan dengan Belanda

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Kamis 19 Mei 2022 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 624 2596461 faktor-yang-melatarbelakangi-pangeran-diponegoro-mengadakan-perlawanan-dengan-belanda-A6Fy3voDMj.jpg Pangeran Diponegoro (Foto:Ist)

JAKARTA- Faktor yang melatarbelakangi Pangeran Diponegoro mengadakan perlawanan dengan Belanda menjadikannya sebagai pahlawan nusantara.

Adapun, Pangeran Diponegoro merupakan salah satu pahlawan nasional yang ikut serta dalam peperangan melawan penjajah Belanda. Tak heran jika namanya begitu harum karena diabadikan sebagai nama jalan hingga nama salah satu kampus terbaik di Indonesia.

Banyak peristiwa yang melatarbelakangi Pangeran Diponegoro mengadakan perlawanan dengan Belanda.Mengutip dari laman kemdikbud, beberapa peristiwa penting dan bersejarah berlangsung pada tanggal 28 Maret. Salah satunya seperti diasingkannya Pangeran Diponegoro ke Manado hingga pembajakan pesawat Garuda Indonesia oleh teroris

Selain itu, perang Diponegoro disebut sebagai perang terbesar yang dialami oleh kompeni Belanda saat menjajah Nusantara. Perang ini berlangsung selama lima tahun, yaitu sejak tahun 1825 - 1830.

Lalu yang melatarbelakangi Pangeran Diponegoro mengadakan perlawanan dengan Belanda saat pemerintahan Nahuys pernah menangkap ulama saat tengah mengajar di pondok pesantren (Ponpes).

Ini memperparah hubungan antara Belanda - Jawa yang sebelumnya sudah mulai memanas. Pembagian kekuasaan di Jawa menjadikan para raja - raja Jawa selatan - tengah begitu kesulitan untuk menyesuaikan diri. Serta  banyak korban jiwa yang gugur dalam pertempuran ini. Diketahui ada sekitar 200.000 korban jiwa dari penduduk Jawa, 7.000 serdadu pribumi, dan 8.000 korban jiwa dari tentara Belanda.

Pangeran Diponogero dan prajuritnya melakukan penyerangan besar-besaran ke beberapa daerah di Kulon Progo.

Serangan Pangeran Diponegoro ini menjadi serangan besar kedua di daerah Dekso, Kulon Progo. Serangan yang gilang gemilang itu mereka merebut kemenangan beruntun di beberapa daerah yang ada di Kulon Progo lainnya.

Serangan Pangeran Diponegoro ke tangsi - tangsi pertahanan Belanda juga membuat banyak elite bangsawan Yogyakarta menemui ajalnya. Akhir dari perang ini adalah Belanda menguasai Pulau Jawa dan seluruh raja dan bupati di tanah Jawa tunduk atas perintah Belanda kecuali bupati Ponorogo Warok Brotodiningrat III.

Sebagai informasi, Pangeran Diponegoro atau Raden Mas Ontowiryo merupakan putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono III. Beliau lahir di Yogyakarta pada 11 November 1785.

Nama Pangeran Diponegoro semakin dikenal luas tatkala ia memimpin pasukan perang yang disebut sebagai Perang Diponegoro atau Perang Jawa karena terjadi di tanah Jawa. (RIN)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini