SURABAYA - Tim mahasiswa Institut Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan inovasi rompi detektor serangan jantung koroner untuk pertolongan cepat tanggap bagi penderitanya.
Hal ini mengingat adanya pekerja di Indonesia yang sering melakukan kerja lembur hingga larut malam dan berisiko mengalami gangguan dalam tubuh, salah satunya adalah penyakit jantung koroner.
Para mahasiswa yang terdiri atas Muhammad Cendekia Airlangga, Brilliant Rizqi Haqiqi, Renaka Agusta, Dwisainstia Aponno, dan Izzah Awwalin Khoirun Nisa.
Lima mahasiswa dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini melahirkan gagasan cemerlang berupa rompi berbasis Internet of Things (IoT) dan deep learning yang terhubung dengan aplikasi berbasis ponsel cerdas.
Adapun rompi tersebut diproyeksikan bekerja meniru proses kerja otak manusia.
Seorang anggota tim, Dwisainstia Aponno menuturkan, ide ini lahir dari pengamatan mereka atas fakta bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia.