Share

Nadiem Makarim Sebut 140 Ribu Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Merdeka

Bachtiar Rojab, MNC Media · Jum'at 13 Mei 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 624 2593699 nadiem-makarim-sebut-140-ribu-satuan-pendidikan-terapkan-kurikulum-merdeka-C7kQnHh07y.jpg Nadiem Makarim saat pimpin upacara Hardiknas 2022/Bachtiar Rojab

JAKARTA - Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022, di kantor Kemendikbud Ristek, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2022).

Dalam pidato di upacara yang bertema 'Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar', ia memproklamirkan Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan di lebih dari 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“ltu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia akan belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,” ujar Nadiem dalam pidatonya di Kantor Kemendikbudristek, Jumat (13/5/2022)

Nadiem juga mengimbau agar siswa tidak perlu khawatir dengan tes kelulusan, pasalnya Asesmen Nasional kali ini tidak bertujuan untuk 'menghukum' guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar.



"Supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim turut menyampaikan tangguhnya tenaga pendidik di Indonesia yang terus terdepan meski dihantam terjangan covid-19.

"Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia," ujar Nadiem dalam pidatonya, Jumat (13/5/2022).

Nadiem menuturkan, dengan adanya capaian terkait kebijakan merdeka belajar.

Hal itu, tidak hanya dirasakan oleh orang tua maupun tenaga pendidik di Indonesia.

Bahkan, digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

"Tahun ini kita membuktikan bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia," terang Nadiem.

(bul)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini