Share

NAS Sebut Kemendikbud Perlu Buat Surat Edaran di Sekolah untuk Waspadai Hepatitis Misterius

Kiswondari, Sindonews · Jum'at 13 Mei 2022 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 624 2593479 nas-sebut-kemendikbud-perlu-buat-surat-edaran-di-sekolah-untuk-waspadai-hepatitis-misterius-sLrDNfXEi4.jpeg Ilustrasi PTM/Medicaldaily

JAKARTA - Munculnya penyakit Hepatitis Misterius menimbulkan kekhawatiran di masyarakat terutama saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah diberlakuan 100%.

Kekhawatiran orang tua dipahami oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dan memberikan saran terkait hal-hal yang perlu dilakukan saat PTMS.

Sehingga sangat penting untuk meningkatkan aspek kehati-hatian di sekolah.

"Tentu hal ini menjadi kekhawatiran bagi kita semua, apalagi orang tua yang anaknya mulai masuk sekolah. Aspek kehati-hatian harus ditingkatkan, namun tidak perlu panik. Sejauh ini, diketahui bahwa secara umum penularan hepatitis melalui oral bukan udara seperti covid-19," jelas Hetifah kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

"Penularan hepatitis diduga melalui tangan, air, makanan, hingga alat makan. Sehingga, PTM masih dapat dilaksanakan selama kebersihan makan dan minum anak terjaga," tambahnya.

Kemudian, Hetifah juga mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar melakukan langkah penanggulangan dengan mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah.

"Kemenkes telah mengeluarkan surat edaran, namun untuk khalayak umum. Oleh karena itu, saya mendesak Kemendikbudristek agar turut mengeluarkan surat edaran langkah pencegahan virus hepatitis khususnya di lingkungan sekolah. Misalnya, sementara waktu, kantin wajib tutup, pelajar wajib bawa bekal, protokol kesehatan seperti cuci tangan dan memakai masker juga harus tetap dilaksanakan di lingkungan sekolah," usulnya.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga berharap bahwa vaksinasi Hepatitis semakin digalakkan, dan dimaksimalkan cakupannya.

"Walau vaksin hepatitis telah diwajibkan bagi bayi Indonesia, cakupannya belum maksimal. Saya berharap pemerintah menggalakkan vaksin ini lebih massif. Agar tercipta kekebalan jangka panjang," desak Hetifah.

Terakhir, Hetifah menambahkan, Komisi X DPR juga berencana untuk segera melakukan pembahasan ini di DPR RI.

"Masa sidang DPR RI akan dimulai pada 17 Mei. Kami akan segera membahas hal ini dengan Kemendikbudristek," tandasnya.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini