Share

PSI Minta Pemprov DKI Awasi PTM setelah Hepatitis Akut Misterius Terus Meningkat di Jakarta

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 12 Mei 2022 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 624 2593255 psi-minta-pemprov-dki-awasi-ptm-setelah-hepatitis-akut-misterius-terus-meningkat-di-jakarta-LkZaxbaCQq.jpg Ilustrasi/Shutterstock

JAKARTA - Idris Ahmad selaku anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Pemprov DKI Jakarta untuk keluarkan surat edaran panduan pencegahan hepatitis di lingkungan sekolah.

Pasalnya, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dilaksanakan 100% setelah libur Lebaran 2022 usai.

"Kasus hepatitis akut ini bertambah setiap harinya, kita harus siaga mencegah penularan di sekolah-sekolah yang mengadakan PTM 100%. Kami harap ada surat edaran kepada kepala sekolah yang berisi langkah-langkah pencegahan. Harus dievaluasi juga keputusan PTM 100% ini, jangan menunggu banyak kasus," kata Idris dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Idris menambahkan bahwa tindakan ini penting dilakukan karena kasus hepatitis akut ini menular di kalangan usia anak-anak.

"Penyakit ini menyasar usia anak-anak. Mereka adalah kelompok rentan sehingga penyakit ini bisa berakibat serius dan menyebabkan kematian. Kita harus lindungi anak-anak kita dari ancaman ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Idris menilai pencegahan di ruang-ruang publik seperti tempat bermain, mall, penitipan anak dan tempat lain yang berpotensi ada penularan juga penting dilakukan.

"Bukan hanya di sekolah, di ruang publik juga harus ditingkatkan lagi kebiasaan hidup bersihnya. Saat ini kan sudah melonggar karena angka covid menurun," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut ada peluang pembelajaran kembali daring atau online sebagai langkah mencegah penyebaran di sekolah. Diketahui kasus Hepatitis di Jakarta kini 21 dan tiga diantaranya meninggal dunia.

"Termasuk PTM (Pembelajaran Tatap Muka) ini masih kita pelajari apakah akan kembali ke online (Pembelajaran Jarak Jauh) kita akan liat," kata Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2022) malam.

Ariza meminta masyarakat agar waspada terhadap wabah tersebut. Sebab, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menjadikan hepatitis akut kejadian luar biasa.

"Memang kasus ini menurut WHO sudah menjadi KLB, kejadian luar biasa. Itu sudah dari WHO sendiri, nanti Indonesia (khususnya) Jakarta menunggu kebijakan pemerintah pusat," ucapnya.

(bul)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini