Share

5 Profesor Termuda di Dunia, Ada yang Berasal dari Medan dan Wonosobo!

Zahra Larasati , Okezone · Sabtu 07 Mei 2022 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 65 2590086 5-profesor-termuda-di-dunia-ada-yang-berasal-dari-medan-dan-wonosobo-DtnSmJUyQL.jpg Ilustrasi: Profesor termuda di dunia. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Profesor termuda di dunia tentu membuat orang kagum. Di usia yang terbilang belia, tetapi kemampuannya sudah diakui secara global. 

Menjadi profesor adalah hal yang patut dibanggakan. Terlebih lagi apabila menjadi profesor di usia yang tergolong muda. Hal ini dapat menjadi prestasi yang sangat membanggakan.

Untuk menjadi seorang professor, dibutuhkan kemampuan akademis yang luar biasa. Namun, ada orang-orang hebat yang mampu mendapatkan gelar professor di usia yang masih sangat muda.

Siapa saja profesor termuda di dunia? Berikut rangkumannya dikutip dari berbagai sumber.

Erik Demaine

Erik yang lahir di Kanada sudah memperlihatkan kejeniusannya sejak berusia 7 tahun. Bersama ayahnya, Ia berpetualang ke Amerika Utara hingga usianya 12 tahun sambil melaksanakan sekolah jarak jauh.

Alhasil, dia berhasil mendapat gelar sarjana dari Dalhousie University, Kanada, saat usianya baru 14 tahun dan berhasil menjadi profesor termuda di Massachusetts Institure of Technology (MIT) saat berumur 20 tahun.

Alia Sabur

Hebat! Alia berhasil dinobatkan sebagai profesor termuda dalam sejarah di Guinness Books of Records saat usianya masih 19 tahun. Setelah 200 tahun, Alia Sabur akhirnya berhasil menyabet gelar itu dari anak didik Newton, Colin Maclauria.

Dia pun langsung loncat dan duduk di bangku perguruan tinggi setelah kelas empat SD dan mampu lulus dengan predikat summa cum laude. Dirinya saat ini mengajar bidang studi matematika di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan.

Agus Pulung Sasmito

Pria kelahiran Wonosobo ini memulai jenjang pendidikan strata satu (S1) di Universitas Gajah Mada pada Jurusan Teknik Fisika pada 2001. Setelah menyelesaikan studi pada 2005, Ia melanjutkan jenjang magister hingga doktornya di National University of Singapore (NUS) hingga 2011.

Selanjutnya, Ia melanjutkan langkahnya ke jenjang professorship, pengajar serta peneliti di McGill University pada tahun 2013 pada usia 32 tahun.

Nelson Tansu

Nelson merupakan pria kelahiran Medan ini dinobatkan menjadi guru besar di University Bethlehem, Pennsylvania 18015, USA pada usia 26 tahun.

Nelson berhasil menyelesaikan S1-nya dalam waktu 2 tahun 9 bulan dan lulus dengan predikat summa cum laude dan menjadi sarjana di bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP).

Ia juga memiliki 3 penelitian yang sudah dipatenkan USA, 11 scientific award di tingkat internasional dan 80 karya di jurnal internasional. Hingga sekarang, Ia masih sering diundang sebagai pembicara di seminar berbagai negara.

Muh Harun Achmad

Muh Harun Achmad dinobatkan sebagai periset unggul Universitas Hassanudin pada 2019 dan menjadi salah satu ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dari Unhas.

Dirinya sukses menjadi salah satu dari 58 ilmuwan Indonesia yang masuk Top 2 World Ranking atau disebut ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini