Share

Kampus-Kampus Luar Negeri yang Menjadi Tujuan Presiden Indonesia, Bikin Penasaran!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 05 Mei 2022 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 03 65 2588696 kampus-kampus-luar-negeri-yang-menjadi-tujuan-presiden-indonesia-bikin-penasaran-NnmGUJP7Jv.jpg BJ Habibie. (Foto: Kemenristekfidkti)

JAKARTA - Sejumlah presiden Indonesia pernah memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di luar negeri. Dengan almamater kampus internasional tentu para presiden memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk menjadi pemimpin di negeri ini. Berikut adalah daftarnya.

• RWTH Aachen University

Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen atau yang disingkat sebagai RWTH Aachen adalah tempat mantan Wakil Presiden dan Presiden Ketiga Indonesia, B.J Habibie menuntut ilmu di Jerman. Habibie sempat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1954, namun tak lama di sana, ia terbang ke Jerman untuk kuliah di jurusan Aeronautika dan Aestronautika (Teknik Penerbangan) RWTH, dengan spesialisasi pesawat terbang.

RWTH Aachen menjadi salah satu dari tiga kampus teknik terbaik di Jerman, setelah TU Munchen dan TU Berlin. RWTH Achen mendapatkan predikat ke-165 dalam urutan Universitas Terbaik di Dunia versi QS World. Tercatat, kampus yang letaknya 638 km dari Berlin tersebut memiliki 47.173 mahasiswa yang 12.000 mahasiswa di antaranya adalah mahasiswa internasional yang datang dari 120 negara.

Beberapa fakultas yang ada di RWTH Aachen antara lain, Fakultas Matematika, Ilmu Komputer, dan Sains, Fakultas Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Georesources dan Material, Fakultas Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Seni dan Humaniora, Fakultas Kedokteran, dan Sekolah Ekonomi dan Bisnis.

BJ Habibie berhasil mendapatkan gelar Master of Sciene di bidang Engineering. Ia juga menempuh program doktoral di Technischule Die Fakultät Für Maschinenwesen Aache dan berhasil membawa pulang gelar Dr. Ing dengan predikat Summa Cumlaude pada tahun 1965.

• Delft University of Technology

Sebelum mengenyam pendidikan di Jerman, BJ Habibie telah lebih dulu mencicipi bangku kuliah di Belanda. Tepatnya di Delft University of Techology. Kampus ini didapuk sebagai salah satu kampus terbesar di dunia dengan bangunannya dibangun di atas luas tanah sebesar 161 hektare.

Delft University menduduki peringkat ke-57 sebagai Kampus Terbaik di Dunia menurut QS World University Ranking tahun 2022 dan posisi ke-75 dalam World University Rankings versi Time Higher Education. Sebagai kampus teknik, Delf University memiliki beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Teknik Elektro, Sains, dan Ilmu Komputer, Fakultas Rekayasa Desain Industri, Fakultas Teknik Dirgantara, Fakultas Teknologi Kebijakan dan Manajemen, Fakultas Ilmu Terapan, dan Fakultas Teknik Mesin, Kelautan, dan Material.

Jumlah mahasiswanya mencapai 26.480 orang di tahun 2020. Habibie hanya sebentar kuliah di kampus yang berada 69 km dari Amsterdam ini.

• Al-Azhar University

Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur pernah mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar, Mesir, di jurusan Agama Islam pada tahun 1963.

Berdasarkan kisah hidup Gus Dur dalam buku “Biografi Gus Dur” karya Greg Barton, pihak Al-Azhar meminta Gus Dur harus mengikuti kelas khusus untuk memperbaiki kemampuan bahasa Arabnya sehingga beliau merasa kecewa. Padahal dia sudah lulus yurisprudensi Islam, teologi, dan kemampuan bahasa Arabnya mumpuni. Tapi sayangnya tidak ada bukti ijazah untuk membuktikannya.

Universitas Al-Azhar menduduki posisi ke-1001 World University Rankings versi Time Higher Educations dan posisi ke-28 di Arab University Rankings 2021. Kampus ini didirikan pada tahun 970 M dan selama ini telah menjadi pusat pembelajaran Islam paling diminati di dunia, terutama di Indonesia.

Beberapa fakultas yang ada di Al-Azhar adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas MIPA, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Bahasa dan Terjemahan, Fakultas Perdagangan, Sekolah Tinggi Ekonomi, Fakultas Jurnalistik dan Komunikasi Massa, Fakultas Syariah dan Hukum, dan masih banyak lagi. Gus Dur pernah melakukan sejumlah pekerjaan part-time selama berkuliah. Sayangnya, dia tidak menamatkan pendidikan di Kairo.

• University of Baghdad

Gagal menamatkan belajar di Kairo tidak membuat Gus Dur patah semangat. Gus Dur kembali mendapatkan beasiswa di Fakultas Seni, Universitas Baghdad, Irak, pada tahun 1966. Universitas yang didirikan pada tahun 1957 ini menduduki posisi 801-1000 di peringkat Universitas Terbaik versi QS World University Rankings.

Universitas Baghdad memiliki 24 perguruan tinggi, 3 lembaga studi dan 9 pusat yang tersebar di empat kampus utama, dengan 6.477 mahasiswa sarjana dan 7517 mahasiswa pascasarjana. Selama berkuliah di Irak, Gus Dur rajin mengunjungi perpustakaan untuk membaca dan mengerjakan tugas. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Baghdad pada pertengahan tahun 1970-an.

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini