Share

6 Fakta Beasiswa LPDP: Jenis, Penerima hingga Universitas Tujuan

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 29 April 2022 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 65 2585424 6-fakta-beasiswa-lpdp-jenis-penerima-hingga-universitas-tujuan-dzUJNtcfc2.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yaitu lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama, menyediakan sebuah beasiswa yang memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Beasiswa ini berupa pembiayaan studi bagi mereka yang sudah mendapatkan gelar sarjana (S1/D4) atau magister (S2). Berdasarkan postingan Instagram resmi @lpdp_ri pada Rabu (20/4/2022), pendaftaran Beasiswa LPDP tahap dua akan dibuka pada  4 Juli 2022. Berikut ini adalah fakta-fakta beasiswa LPDP.

•Jenis Beasiswa LPDP

Beberapa beasiswa yang ditawarkan adalah Beasiswa LPDP Regular, Beasiswa LPDP Afirmasi, Beasiswa LPDP Afirmasi PNS, TNI, dan POLRI, Beasiswa Pendidikan Indonesia Spesialis, BUDI (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia), Beasiswa Disertasi, dan Beasiswa Co-Funding.

Beasiswa LPDP Regular adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang diperuntukkan bagi lulusan S1/D4 ataupun S2 yang ingin melanjutkan pendidikan ke program magister atau doktoral di universitas dalam dan luar negeri. Sementara Beasiswa Afirmasi adalah beasiswa yang diperuntukkan bagi mereka yang berada di daerah perbatasan dan/atau tertinggal untuk peningkatan kualitas SDM. Ada juga beasiswa Afirmasi PNS, TNI, Polri bagi mereka yang berasal dari tiga profesi tersebut untuk menempuh pendidikan program magister atau doktoral sesuai ilmu yang dibutuhkan instansi.

Beasiswa Disertasi ditujukan bagi mahasiswa doktoral yang ingin melakukan penelitan disertasi namun membutuhkan bantuan dana. Sedangkan Beasiswa Co-Funding untuk pendaftar BPI Reguler maupun Afirmasi yang pendanaannya melibatkan mitra co-funding.

•Jumlah Penerima LPDP

Dikutip dari laman Kemenkeu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, paa 25 Februari 2022, menyampaikan bahwa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah memberikan beasiswa dengan total Rp14,9 triliun kepada 29.872 orang penerima sejak tahun 2012 hingga tahun 2021. Sementara itu, dikutip dari Sindonews, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) menyebutkan, pada tahun 2022 ini jumlah penerima beasiswa LPDP akan ditambah hingga 3.735 orang.

•Sertifikasi Bahasa Inggris

Bila ingin mendaftar beasiswa LPDP, maka pendaftar diwajibkan memiliki setidaknya satu sertifikat resmi kemampuan berbahasa Inggris. Adapun minimum skor yang diminta untuk IELTS adalah 6.5 untuk S2 dan 7.0 untuk S3. TOEFL IBT minimal skor 80 untuk S2 dan 94 untuk S3. Sementara PTE Academic skor minimalnya 58 untuk S2 dan 65 untuk S3. Selain itu, calon awardee  atau penerima LPDP harus memiliki LoA Unconditional atau surat resmi diterima sebagai mahasiswa di universitas tujuan tanpa syarat dan tinggal registrasi ulang.

•Pendanaan Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP akan mendanai penerimanya sampai menyelesaikan studi lalu kembali ke Indonesia. Pendanaan tersebut terdiri dari biaya akademis meliputi pendaftaran, SPP, tunjangan buku, penelitian, seminar internasional, dan publikasi jurnal internasional. Sementara pendanaan yang bersifat sekunder terdiri atas biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, tunjangan keluarga, hingga biaya darurat.

•Universitas Tujuan Beasiswa LPDP

Beberapa universitas ini menjadi tujuan para penerima beasiswa LPDP yang kebanyakan berasal dari Amerika dan Inggris:

-Universitas of Oxford, Inggris

-Standford University, Amerika Serikat

-Yale University, Amerika Serikat

-ETH Zurich – Swiss Federal Institute of Technology, Swiss

-Peking University, China

-University of Chicago, Amerika Serikat

-University of Toronto, Kanada

-University College London, Inggris

-University of Edinburgh, Skotlandia

-National University of Singapore (NUS), Singapore

•Trending #ShitLPDPAwardeesSay

Mengutip BBC, pada tahun 2018 lalu sempat heboh tagar #ShitLPDPAwardeeSay yang menghimpun 9.000 cuitan tentang kritik yang ditujukan bagi penerima beasiswa tersebut. Dikatakan, bahwa mereka menerima bantuan lewat pajak rakyat, namun dianggap tidak berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia. Semua bermula dari tweet akun @pervertauditor yang menunjukkan adanya perbedaan pernyataan para awardee LPDP sebelum dan sesudah menerima beasiswa. Sontak, cuitannya kemudian mendapatkan banyak respons dari warganet. Ada yang menyetujui, ada juga yang menyanggahnya terutama dari kalangan para penerima LPDP yang menunjukkan bukti kontribusinya selama berkuliah di luar negeri.

Menanggapi viralnya tagar #ShitLPDPAwardeeSay tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan bahwa salah satu persyaratan bagi awardee LPDP adalah kembali dan turut melakukan kontribusi terhadap Indonesia. Sebanyak 5.440 alumni telah melakukan upaya pembangunan di Tanah Air, sementara sisanya masih berada di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan, atau bekerja di lembaga internasional atas izin LPDP. Jika ada penerima beasiswa yang melakukan pelanggaran, maka harus mengembalikan seluruh dana beasiswa yang diterima, diblokir dari publikasi di media resmi LPDP.

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini