Share

10 Daerah dengan Tingkat Buta Huruf Terparah, Mana Saja?

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 23 April 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 624 2582063 10-daerah-dengan-tingkat-buta-huruf-terparah-mana-saja-2sr2jlSLTp.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengungkapkan sebesar 2.961.060 warga di seluruh penjuru Indonesia belum melek huruf.

Mengutip laman situs Kemendikbud, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud, Jumeri, pada konferensi pers daring Hari Aksara Nasional (HAI) yang dilaksanakan 4 September 2021, mengatakan bahwa angka tersebut sudah jauh lebih membaik dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Pada tahun 2019, data menunjukkan persentase penduduk buta huruf mencapai angka 1,78 atau setara dengan 3.081.136 warga yang buta huruf. Di tahun 2020, terdapat penyusutan yang signifikan hingga turun 1,71%.

Jumari mengatakan bahwa Indonesia bisa dibilang berhasil dalam memberantas buta aksara dengan lebih dari 98% penduduknya melek huruf. Meskipun mengalami penurunan, tentu terlalu cepat bila disebut memuaskan.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistika (BPS) Persentase Penduduk Buta Huruf (Persen) 2019-2021, berikut ini adalah 10 daerah yang memiliki jumlah penduduk buta huruf terbanyak tahun 2021 untuk usia 15 tahun ke atas.

• Papua: 21,11%.

• Nusa Tenggara Barat: 12,61%.

• Sulawesi Selatan: 7,51%.

• Jawa Timur sebanyak 7,44%

• Sulawesi Barat: 6,91%.

• Kalimantan Barat: 6,59%.

• Jawa Tengah: 6,21%.

• Nusa Tenggara Timur: 6,15%.

• Sulawesi Tenggara: 5,06%.

• Bali: 5,00%.

Kemendikbudristek melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan mutilayanan pendidikan dan pembelajaran aksara pada daerah yang memilih persentase buta huruf tertinggi. Salah satunya adalah memusatkan program tersebut di provinsi yang tercantum dalam daftar tersebut.

Program tersebut akan memerhatikan pula kondisi daerah, kearifan budaya lokal, seperti keaksaraan dasar di komunitas adat, dengan tujuan mencapai daerah yang sulit terjangkau.

Setelah melakukan pengenalan terhadap keaksaraan dasar, maka penduduk akan lanjut tingkat berikutnya, hingga masuk ke jenjang pendidikan kesetaraan Paket A setara SD, paket B setara SMP, dan paket C setara SMA.

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI


1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini