Share

Pengalaman Dosen UNS Puasa Ramadan di Amerika, dari Kolak hingga Sholat Tarawih

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Sabtu 16 April 2022 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 16 65 2580003 pengalaman-dosen-uns-puasa-ramadan-di-amerika-dari-kolak-hingga-sholat-tarawih-RPxsfU2ETZ.jpg Dosen UNS menceritakan pengalaman puasa Ramadan di Amerika Serikat (Foto: Tangkapan layar laman UNS)

JAKARTA - Pengalaman puasa Ramadan di negeri orang tentu berbeda. Meski, esensi dari puasa itu sama saja, yakni menahan hawa nafsu.

Muhammad Taufiq Al Makmun, Dosen Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret (UNS) membagikan pengalamannya saat menjalankan ibadah Ramadan di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, Taufiq sedang menyelesaikan pendidikan PhD di Bowling Green State University (BGSU), Ohio.

Selama menempuh pendidikan di BGSU, Taufiq mengaku beruntung karena Ohio cukup memfasilitasi para mahasiswa muslim meski menjadi minoritas. Mulai dari mushola dan diizinkan sholat berjamaah lima waktu di kampus.

Bahkan, kampus juga mengucapkan selamat menjalankan Ramadan kepada mahasiswa muslim di media sosial resmi milik kampus.

"Kami mahasiswa muslim tidak terkendala dalam melaksanakan ibadah keagamaan di kampus maupun dalam kehidupan sosial,” ujar dosen UNS ini dalam acara Cultural Talk: Ramadhan Around the World Series yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kerjasama dan Layanan Internasional (KLI) UNS seperti dilansir Sindonews dari laman resmi UNS, Sabtu (16/4/2022).

Komunitas Muslim di BGSU melaksanakan beragam kegiatan, seperti Sholat Tarawih berjamaah dan kajian sehabis Sholat Subuh. Mereka juga kerap berbuka puasa bersama dengan membawa bekal masing -masing.Β 

β€œYa meskipun demikian saya tetap nggak bisa menemukan kolak di pinggir jalan kalau di sini,” ungkap Taufiq disambut tawa.

Masyarakat muslim di Amerika terutama para perantau yang tinggal di Amerika sangat diuntungkan. Hal itu juga dirasakan Taufiq, kalau pusat Islam di daerahnya terletak di Perrysburg, yang terdapat masjid yang semarak dengan berbagai kegiatan islami.

Jumlah muslim di Amerika meningkat dari waktu ke waktu. Peningkatan tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah masjid. Berdasarkan data, pada 2020 tercatat sebanyak 2.769 masjid di seluruh Amerika.Β 

Taufiq mengaku berpuasa selama 15 jam. Meski, waktunya lebih lama dari Indonesia, namun cuaca di sana sangat mendukung untuk berpuasa.

"Saya sangat bersyukur karena bulan ini masuk musim semi jadi tidak sesulit saat musim panas. Temperatur di sini di bawah 10 derajat Celsius. Satu minggu sebelum Ramadan juga turun salju di sini, jadi udaranya pas,” kata Taufiq.

Serukan Islam Damai di Amerika

Masih banyak warga yang belum paham tentang Islam di Amerika kendati jumlah masyarakat muslimnya terus mengalami peningkatan. Ditambah masih ada trauma dengan serangan 11 September 2001.

Komunitas Muslim mengambil peran dengan menyerukan Islam damai. Ragam kegiatan digelar, mulai mendirikan stand Islam di kampus BGSU. Kemudian, membuat selebaran yang menjelaskan tentang Islam dan dibagikan kepada pengunjung stand.

Ramadan juga dijadikan sarana untuk menyeruksan Islam damai, salah satunya masyarakat muslim menyelenggarakan Sholat Tarawih di Times Square, New York.

Pertama kalinya dalam sejarah. Ratusan umat Islam di Amerika berkumpul Times Square, New York untuk melaksanakan Sholat Tarawih. Hal tersebut dianggap Taufiq sebagai salah satu upaya mengenalkan Islam yang ramah.

β€œUmat Islam mencoba untuk mengampanyekan Islam yang damai. Karena itulah kemarin ada Sholat Tarawih di Times Square. Berita ini pun menyebar luas di dunia karena ini pertama kalinya dalam sejarah,” katanya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini