Share

Perkuat Studi Indonesia di Kampus Australia, Atdikbud Canberra Berusaha Hadirkan Guru Bantu

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 11 Maret 2022 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 65 2560000 perkuat-studi-indonesia-di-kampus-australia-atdikbud-canberra-berusaha-hadirkan-guru-bantu-sjneMbG0TN.jpg Universitas Flinders di Australia (Foto: College Learners)

CANBERRA - Universitas Flinders adalah salah satu perguruan tinggi di Australia yang masih mempertahankan Studi Indonesia dan Pelajaran Bahasa Indonesia agar tetap eksis di kampusnya. Bahkan, di Universitas Flinders terdapat Pendopo Indonesia yang dapat berfungsi sebagai tempat latihan musik tradisional Indonesia.

Setiap akhir semester, Pendopo Indonesia juga digunakan sebagai lokasi konser untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada civitas akademika Flinders. Selain itu, Flinders juga memiliki perpustakaan digital yang berisi dokumen-dokumen sejarah Indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat.

Hal ini dijelaskan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib dalam kunjungan kerja ke Australia Selatan yang sekaligus menyambangi Universitas Flinders, Rabu (9/3). Bersama Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud), Ghofar Ismail, rombongan ditemui Vice President and Executive Dean College of Humanities, Arts and Social Sciences, Peter Monteath beserta jajaran Kantor Internasional Universitas Flinders.

Baca juga: Flinders University Luncurkan Koleksi Arsip Indonesia pada Penjajahan Jepang dan Revolusi   

Karena itu, Najib menyampaikan, KBRI Canberra menilai kiprah dan potensi Universitas Flinders selama ini sangat penting untuk diperkuat. “Supaya bisa membangkitkan kembali gairah studi Indonesia dan bahasa Indonesia di Australia,” ucap Najib dalam kunjungan tersebut.

Baca juga: 15 PTS Terbaik di Indonesia versi Webometrics 2022, Ini Daftarnya

Najib mengatakan pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan pendidikan bahasa Indonesia dan kajian tentang Indonesia di Australia. Menurut Najib, ada beberapa program yang sudah disiapkan untuk menguatkan pendidikan Bahasa Indonesia di Australia, salah satunya pengiriman guru bantu ke sekolah dan universitas.

“Kami berkomitmen membantu sesuai kemampuan yang kami miliki. Saya sudah berkomunikasi dengan Bahan Bahasa untuk pengiriman guru bantu ke Flinders. Alhamdulillah sudah disetujui. Namun, karena Covid-19, maka pengiriman guru bantu kemungkinan baru bisa dilakukan pada semester dua. Namun begitu, saat ini para guru sudah bisa mulai mengajar mahasiswa Flinders secara daring dari Indonesia,” urainya.

Selain pengiriman guru bantu, lanjut Najib, beberapa program kerja sama bisa dikembangkan Flinders dengan beberapa universitas di Indonesia yang memiliki program pendidikan bahasa. “Kerja sama bisa dalam bentuk pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, dan program-program lain yang bermanfaat bagi kedua pihak,” tambahnya.

Merespons hal tersebut, Peter menyambut baik inisiatif Atdikbud Najib. Peter juga menyampaikan kebutuhan kampusnya terhadap Guru Bahasa Indonesia yang dapat memperkuat Program Studi Indonesia di Universitas Flinders. “Guru tersebut nantinya tidak hanya mengajar bahasa, tapi juga budaya Indonesia, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi mahasiswa untuk mempelajari Indonesia dan bahasa Indonesia,” jelasnya.

Peter meyakini, kerja sama dengan Indonesia sangat penting untuk diperkuat. “Ini bukan sekedar soal rekrutmen mahasiswa, tapi bagaimana memberikan kontribusi yang lebih besar bagi hubungan kedua negara,” ucapnya.

Peter pun berkomitmen akan terus mempertahankan kajian Indonesia di Flinders. “Indonesia sangat strategis bagi Australia. Kajian Indonesia membantu masyarakat Australia lebih memahami Indonesia, dan pada akhirnya, membantu Australia berpikir bagaimana dapat berkontribusi untuk memperkuat hubungan di antara kedua negara,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Fungsi Pensosbud di Canberra, Ghofar Ismail, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia juga memiliki beasiswa bagi Mahasiswa Australia yang ingin belajar tentang Indonesia di kampus-kampus di tanah air, yaitu Beasiswa Darmasiswa.

“Program ini dapat dimanfaatkan Mahasiswa Flinders. Misalnya, belajar Bahasa Indonesia dan kesenian tradisional, seperti tari, musik dan kriya selama satu tahun di Indonesia,” terangnya.

Dia mengataka pemerintah Indonesia juga memiliki Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI). Berbeda dengan Darmasiswa yang memiliki periode belajar satu tahun, BSBI hanya berlangsung selama tiga bulan. “BSBI sendiri ditujukan untuk menciptakan duta budaya, Sahabat Indonesia atau Friends of Indonesia, dan agen-agen perdamaian dunia. Lewat BSBI, Mahasiswa Australia bisa belajar tari dan musik tradisional, kearifan lokal yang kaya, serta Bahasa Indonesia,” tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini