Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh dalam Bidang Kedokteran, Ada Ibnu Sina!

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Minggu, 13 Maret 2022 |10:08 WIB
 3 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh dalam Bidang Kedokteran, Ada Ibnu Sina!
Ibnu Sina. (Foto: UII)
A
A
A

JAKARTA - Sejarah mencatat, banyak ilmuwan Muslim yang memiliki kontribusi nyata terhadap dunia pengetahuan, salah satunya di bidang kedokteran. Tokoh Muslim seperti Al Zahrawi bahkan memperkenalkan penggunaan benang jahit bedah dalam operasi.

Berikut 3 ilmuwan Muslim yang paling berpengaruh dalam bidang kedokteran.

Ibnu Sina

Ibnu Sina merupakan dokter, filsuf, dan ilmuwan Muslim yang lahir di Uzbekistan (dahulu Persia) pada tahun 980. Dalam jurnal berjudul ‘Mendidik Anak Dalam Persepektif Ibnu Sina’, pria yang disebuh Avicenna oleh dunia Barat ini banyak menulis buku seputar pendidikan, filsafat, dan pengobatan atau kedokteran. Karya Ibnu Sina yang paling terkenal adalah al-Qanun Fith Thibb, yang kemudian dijadikan referensi dunia kedokteran selama berabad-abad lamanya.

BACA JUGA:Jurusan Kuliah Paling Boros Uang, dari Kedokteran sampai Penerbangan!

Banyak versi menyebut usia Ibnu Sina saat menjadi dokter. Ada yang menyebut, Ibnu Sina menjadi dokter pada usia 16 tahun. Ada pula yang mengatakan, 17 tahun dan 18 tahun. Akan tetapi, merujuk pada jurnal bertajuk ‘Ibnu Sina: Pemikiran Filsafatnya Tentang Al-Fayd, Al-Nafs, Al-Nubuwwah dan Al-Wujud’, disebutkan bahwa Ibnu Sina sudah menjadi dokter di usia 16 tahun.

Kala itu, ia berhasil mengobati Sultan Bukhara hingga sembuh. Sebagai dokter dan ilmuwan yang sangat cerdas, ada beberapa penemuan Ibnu Sina yang sangat membantu dunia kedokteran. Contohnya adalah teori penularan TBC dan manfaat etanol.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement