Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tokoh-Tokoh Nasional yang Ternyata Seorang Guru, dari Jenderal Soedirman hingga KH Ahmad Dahlan

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Sabtu, 26 Februari 2022 |12:07 WIB
Tokoh-Tokoh Nasional yang Ternyata Seorang Guru, dari Jenderal Soedirman hingga KH Ahmad Dahlan
Jenderal Soedirman yang ternyata seorang guru, saat dilantik menjadi Panglima Besar TNI oleh Presiden Soekarno. (Foto: Perpusnas)
A
A
A

• Oemar Said Tjokroaminoto

Lahir di Ponorogo pada 16 Agustus 1882, Oemar Said Tjokroaminoto merupakan lulusan Opleiding Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) atau sekolah pegawai negeri adat di Magelang. Ia pernah bekerja menjadi pegawai negeri di Ngawi.

Pada 1906, Tjokroaminoto pindah ke Surabaya dan di situlah ia bertemu Samanhudi, pendiri dan pemimpin Sarekat Dagang Islam. Atas sarannya, Samanhudi mengubah nama organinsasinya menjadi Sarekat Islam (SI). Pada 1914, Tjokroaminoto mulai memimpin SI hingga akhir hayatnya.

Tjokroaminoto merupakan seorang guru yang melahirkan tokoh-tokoh pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut di antaranya Tan Malaka, Kartosuwiryo, hingga Soekarno. Organisasi Sarekat Islam pimpinan Tjokroaminoto juga secara politik mempelopori pergerakan nasional untuk menuju kemerdekaan.

• KI Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara merupakan Bapak Pendidikan Indonesia. Ia lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan bernama lengkap RM Soewardi Soerjaningrat. Ia merupakan Menteri Pendidikan pada era Soekarno-Hatta dan hari kelahirannya pun diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hajar mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) yang merupakan sekolah dasar zaman kolonial Hindia Belanda di Indonesia. Pada 1905, ia bersekolah di STOVIA, sekolah untuk pendidikan dokter pribumi di Batavia.

Ia pernah berkarier sebagai seorang guru dan mendirikan Nationaal Onderwijs Institut Taman Siswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa. Tujuannya adalah untuk memberikan hak pendidikan yang sama kepada rakyat pribumi. Sedangkan pada masa itu, pendidikan hanya bisa dirasakan kepada kaum bangsawan dan Belanda.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement