BANDUNG – Kasus Covid-19 di sejumlah daerah Indonesia tengah melonjak tajam dalam beberapa waktu belakangan. Melihat situasi ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, sedang mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh wilayah pemerintahannya.
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gegabah dalam menentukan keputusan, termasuk kebijakan PTM. Keputusan akan diambil berdasarkan data.
BACA JUGA: Pekan Depan, Depok Terapkan PTM 50% untuk Semua Jenjang
"Omicron lagi naik, maka mayoritas PTM sedang dievaluasi," kata Kang Emil dalam keterangan resminya, Jumat (4/2/2022).
Dia mengaku sudah memerintahkan setiap kabupaten/kota untuk mengkaji PTM di daerahnya masing-masing, terutama memantau penularan di lingkungan sekolah, seperti Kota Bogor yang sudah diizinkan menghentikan sementara PTM karena tingginya tingkat penularan Covid-19.
"Sebagian sudah ditunda sambil menunggu perkembangan kasus karena kita ngambil keputusan itu selalu terukur berdasarkan data," kata Kang Emil.
Saat ini, lanjut Kang Emil, lonjakan kasus Covid-19 masih didominasi di wilayah aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya sebagai episentrum Covid-19. Oleh karena itu, penanganan akan lebih difokuskan di wilayah tersebut.
BACA JUGA: 13 Siswa dan 1 Guru Positif Covid-19, PTM di Bandung Tetap Berjalan
"Itu berulang-ulang, dari dulu Covid-19 ngumpulnya di situ," ujarnya.
Kemungkinan besar, kata Kang Emil, perubahan kebijakan akan terjadi di wilayah Bodebek dan Bandung Raya, termasuk keputusan PTM di sekolah.
"Kemungkinan besar perubahan kebijakan mayoritas di wilayah itu," katanya.
(Rahman Asmardika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik