MALANG - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan bilik kesehatan menjelang penerapan perkuliahan tatap muka. Bilik kesehatan ini disiapkan di gedung perkuliahan FISIP menyusul peningkatan kasus harian Covid-19.
(Baca juga: Covid-19 Melonjak di Malang, Universitas Brawijaya Siapkan Kuliah Tatap Muka 50 Persen)
Ketua Satgas Covid-19 FISIP UB, Yusli Effendi mengatakan, bilik sehat didirikan untuk mengantisipasi adanya sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan atau mahasiswa yang terindikasi gejala Covid-19.
“Jelang kuliah hybrid ini tentu kami mempersiapkan segala prokes. Salah satunya bilik sehat yang memang diminta pimpinan universitas. Kalau ada yang gejala misal demam maka akan kami karantina dulu di bilik sehat ini,” ujar Yusli, Selasa (1/2/2022).
Nantinya lanjut dia, mahasiswa yang terduga terkonfirmasi atau memiliki gejala Covid-19 bakal menunggu di bilik sehat yang telah disiapkan. Dibilik inilah nantinya tim kesehatan melakukan kesehatan tes swab antigen atau PCR lanjutan.
“Selanjutnya jika terkonfirmasi maka akan langsung dikarantina di RS UB. Jadi bilik sehat ini sangat penting untuk karantina sementara agar Covid-19 tak menyebar,” ungkapnya.
Pria yang juga dosen Hubungan Internasional UB ini menjelaskan FISIP sudah menyiapkan kelengkapan lain untuk sarana prokes jelang kuliah hybrid seperti thermogun, handsanitizer di tiap kelas. Serta imbauan menjaga prokes di tiap sudut gedung.
“Ini wujud ikhtiar kami menjaga prokes agar kuliah hybrid tetap bisa dilaksanakan dan tak menimbulkan klaster baru,” sambung Yusli.
Selain bilik kesehatan, FISIP UB juga memasang garis pembatas di gasebo agar tidak digunakan untuk berkumpul. Hal serupa juga dilakukan di depan lift, dimana imbauan untuk antri menjaga protokol kesehatan (Prokes) juga diutamakan.
Terpisah, Dekan FISIP UB, Dr Sholih Muadi mengungkapkan kebijakan penutupan beberapa tempat jelang kuliah hybrid dilakukan agar mahasiswa setelah kuliah tidak bergerombol dan diimbau segera pulang.
“Kalau ada acara pun nanti akan dikoordinasikan oleh Satgas dan tentu ada pembatasan jumlah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sholih Muadi menambahkan akses keluar masuk dosen dan mahasiswa saat kuliah hybrid juga dibedakan agar tidak terjadi penumpukan.
“Di pintu masuk disiapkan cuci tangan. mahasiswa dan dosen wajib cek suhu. Di tiap ruangan kami siapkan juga handsanitizer,” sambungnya.
Ia menyatakan, telah menyiapkan 35 ruang kelas untuk perkuliahan hybrid di FISIP. Nantinya setiap kelas maksimal hanya diperkenankan diisi 50 persen.
“Nantinya kuliah hybrid ini 50 persen di gedung kuliah, 50 persen daring. Di tiap kelas juga disiapkan kamera tracking, laptop di kelas, ipad untuk dosen dan ruangannya harus terbuka agar sirkulasi udara bagus,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )