JAKARTA - Banyak tokoh Indonesia yang mampu menghasilkan banyak karya ilmiah. Karya ilmiah mereka pun berhasil terindeks di Scopus. Scopus merupakan salah satu pusat data sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier.
Berikut tokoh paling banyak hasilkan karya ilmiah.
Suharyo Sumowidagdo
Pria kelahiran Bali, 25 Oktober 1976 ini menyelesaikan gelar doktornya di Florida State University setelah menempuh pendidikan S1 serta S2-nya di Universitas Indonesia.
Dia pernah tergabung pada riset fisika nuklir dan partikel eksperimen, anggota eksperimen ALICE (A Large Ion Collider Experiment) di CERN, serta pengelola BATAN Accelerator School sejak 2013.
Saat ini, Suharyo Sumowidagdo bekerja di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sebagai peneliti fisika. Melansir sinta.kemdikbud.go.id, Suharyo telah menghasilkan 664 karya ilmiah yang terindeks di Scopus.
Susanto Rahardja
Susanto Rahardja merupakan dosen di Universitas Raharja, Tangerang. Dia menjadi dosen di program studi Ilmu Komputer. Pendidikan S1 dia tempuh di National University of Singapore.
Sedangkan S2 serta S3 di Nanyang Technological University jurusan Teknik Elektro. Mengutip dari sinta.kemdikbud.go.id, Susanto Rahardja sudah menghasilkan 370 karya ilmiah yang terindeks di Scopus.
Suryadi Ismadji
Pria kelahiran Surabaya, 23 Desember 1969 ini merupakan dosen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Suryadi meraih gelar sarjana di Universitas Katolik Widya Mandala. Kemudian pada 1996, mendapat gelar master di ITS Surabaya.
Sedangkan gelar doktor diperolehnya dari The University of Queensland, Australia. Sejumlah penghargaan telah didapat Suryadi. Salah satunya pada 2005, dia dianugerahkan sebagai dosen terbaik di Universitas Katolik Widya Mandala.
Suryadi Ismadji, sebagaimana dilansir dari sinta.kemdikbud.go.id, menghasilkan 203 karya ilmiah yang terindeks di Scopus.
Diolah dari berbagai sumber
Tika Vidya Utami/Litbang MPI
(Widi Agustian)