Share

4 Perempuan Indonesia Lulusan S3 yang Sangat Menginspirasi, dari Sri Mulyani hingga Premana W Premadi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 24 Januari 2022 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 65 2535046 4-perempuan-indonesia-lulusan-s3-yang-sangat-menginspirasi-dari-sri-mulyani-hingga-premana-w-premadi-WS5d73zHtu.jpg Sri Mulyani. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Dulu, Raden Ajeng Kartini berjuang menyetarakan hak kaum wanita dan pria. Terutama dalam bidang pendidikan. Saat ini perjuangan dalam kesetaraan pendidikan terlihat pada kaum wanita Indonesia.

Tak kalah dari kaum pria, banyak kaum wanita yang sukses menyelesaikan studinya hingga lulus S3. Berikut kiprah perempuan Indonesia yang lulus S3 tersebut.

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati lahir di Lampung, 26 Agustus 1962. Dia menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Indonesia (UI) jurusan Ekonomi pada 1981-1986. Lalu dia melanjutkan S2 dan S3 di University of lllinois Urbana Champaign, Amerika Serikat.

Sebelum menjadi menteri, Sri Mulyani dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Dia pernah menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

Ketika era Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Sri Mulyani diangkat menjadi Menteri Keuangan. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 2010. Saat ini, Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Joko Widodo.

Dwikorita Karnawati

Dwikorita Karnawati lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1964. Dia menyelesaikan gelar S1 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Teknik Geologi pada 1988. Kemudian dia melanjutkan S2 dan S3 di Leeds University, Inggris jurusan Teknik Geologi.

Dia pernah menjadi rektor UGM sejak 2014-2016. Selain itu, pada 2014 Dwikorita dipercaya menjadi moderator debat Cawapres. Setelah tidak menjabat sebagai rektor UGM, saat ini dia dipercaya sebagai kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG).

Premana W Premadi

Premana W Premadi adalah astronom wanita pertama di Indonesia yang namanya dijadikan nama astreoid di luar angkasa. Pada 1964, namanya disematkan pada asteroid yang ditemukan oleh C. J. van Houten, Ingrid van Houten-Groeneveld, dan Tom Gehrels.

Premana merupakan lulusan program studi ilmu astronomi ITB pada 1988. Kemudian dia melanjutkan studinya hingga S3 di Departemen Fisika, University of Texas, pada 1996. Saat ini dia tengah disibukkan menjadi Kepala Observatorium Bosscha dan Lektor Kepala FMIPA ITB.

Adi Utarini

Adi Utarini merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1989. Kemudian dia melanjutkan S2-nya di University of College London pada 1994 dan di Umea University, Swedia pada 1998. Dia meraih gelar doktornya pada 2002 di Umea University, Swedia.

Pada 2012, Adi Utarini dipercaya sebagai Wakil Bidang Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Kemudian dari 2015-2017, dirinya dipercaya sebagai Anggota Dewan Riset Nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Pada 2020, Adi Utarini masuk dalam daftar 10 ilmuwan berpengaruh dunia menurut jurnal ilmiah Nature. Selain itu, pada 2021 dia juga masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh 2021 versi majalah Time.

Diolah dari berbagai sumber

Tika Vidya Utami/Litbang MPI

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini