Share

2 Oknum Guru yang Menghina dan Mencaci Siswi Miskin Diberikan sanksi

Said Ilham, iNews · Selasa 18 Januari 2022 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 624 2534101 2-oknum-guru-yang-menghina-dan-mencaci-siswi-miskin-diberikan-sanksi-DEUND8edQC.jpg Foto: MNC Media

MEDAN - Dua orang guru SMP Negeri 28 Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, yang menghina dan mencaci siswinya dengan kata-kata bodoh dan miskin, sudah diberi sanksi dan peringatan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan.

(Baca juga: Tak Mampu Bayar Biaya Sekolah, Siswa Dihina Miskin dan Bodoh oleh Gurunya Sendiri)

Kedua orang guru itu tega menghina dan mencaci siswinya yang merupakan seorang anak piatu hanya dikarenakan tidak membayar uang sekolah, uang buku dan baju, bahkan setelah dibayar malah raportnya ditahan oleh pihak guru.

Kepala sekolah SMP Negeri 28 Horas Pohan mengatakan, sejak mencuatnya permasalahan ini dua oknum guru mereka terganggu psikisnya begitu juga dengan pihak sekolah.

“Dua oknum guru itu juga sudah saling memaafkan dengan siswi yang mereka hina dan caci,” ujar Horas, Selasa (18/1/2022).

(Baca juga: Oknum Guru Hina Pelajar Miskin dan Bodoh, Fahira Idris: Harus Ada Sanksi Tegas!)

Dinas Pendidikan Kota Medan juga sudah memanggil dua oknum guru yang menghina dan mencaci siswi di sekolah itu dan memberikan sanksi tertulis kepada mereka supaya tidak lagi mengulangi kata-kata yang tak pantas terhadap siswa siswinya.

“Dan apabila perbuatan tersebut di ulang kembali, Dinas Pendidikan berjanji akan memberikan sanksi berat terhadap keduanya,”tegasnya.

Pihak sekolah pun minta maaf kepada publik atas kejadian ini, semoga hal ini menjadi pelajaran bagi dunia pendidikan untuk tidak berbuat semena-mena kepada muridnya.

Sebelumnya dua oknum guru di SMP Negeri 28 menghina dan mencaci muridnya bernama Indah dengan kata-kata bodoh dan miskin, hanya dikarenakan menunggak pembayaran uang sekolah dan belum membayar uang buku dan baju. Dikarenakan siswi tersebut memang susah dengan status sebagai anak piatu, dan ayahnya pun yang masih hidup meninggalkan mereka.

Ironisnya, meski ia sudah melunasi uang tunggakan tersebut dengan dibantu ayah asuhnya seorang Wakil Ketua DPRD Kota Medan, guru di sekolah itu malah menahan rapornya, hingga akhirnya Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga selaku ayah asuh si anak mendatangi sekolah itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini