Share

Kisah Guru Honorer Parung Panjang Bogor Bantu Hidupi Ratusan Anak Yatim

Wildan Hidayat, iNews · Selasa 18 Januari 2022 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 624 2533817 kisah-guru-honorer-parung-panjang-bogor-bantu-hidupi-ratusan-anak-yatim-mqFTtXYOTu.jpg Foto: Wildan Hidayat

BOGOR - Seorang guru honorer, Ayya Susi Damayanti berjuang membantu menghidupi puluhan anak yatim serta orang tuanya dengan mendirikan sebuah rumah khusus keluarga tidak mampu, diberi nama Istana Yatim Piatu dan Duafa Baitul Qurro. Ibu rumah tangga asal Parung Panjang ini mengajak para ibu untuk membuat kerajinan tangan yang hasilnya tentu bisa bermanfaat bagi kaum miskin. Sementara bagi anak-anak putus sekolah, wanita yang akrab disapa Aya ini mengajarkan berbagai mata pelajaran secara gratis.

Aya merupakan guru honorer warga Kampung Salimah, Desa Gintung, Cilejet, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aya rela meluangkan waktunya untuk mendidik kaum yatim dan orang tuanya untuk belajar, tidak hanya pendidikan namun mengajarkan bagaimana cara membuat kerajinan tangan yang menghasilkan nilai jual.

Barang kerajinan yang dibuat adalah anyaman bambu yang dibuat bakul, kipas hingga tas selempang dan tas gantungan handphone. Hasil kerja para ibu kurang mampu ini untuk membiayai anak-anak yatim.

 Baca juga: Digaji Rp10 Ribu, Guru Ini Menanam Cabai untuk Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Aya tetap membantu sesame meski dengan keterbatasan ekonomi sebagai guru honorer. Hal itu tidak menghilangkan semangatnya agar anak-anak yatim tidak putus sekolah.

“Saat ini ada sekitar 125 anak yatim di pontok, Ada juga anak yatim yang putus sekolah karena persoalan ekonomi,” ujar Aya.

Awalnya Aya bersama suaminya berniat membantu kehidupan masyarakat sekitar yang putus sekolah. Dia terus berupaya membiayai anak-anak agar bisa bersekolah lagi dengan menjual hasil kerajian tangan.

Ada rasa haru saat Aya mengatakan dirinya rela mendirikan tempat ini seorang diri tanpa ada bantuan dari pihak manapun. Aya menjual hasil kerajinanaya melalui media sosial.

Hal ini disambut baik anak didiknya yang memang berniat ingin bersekolah hingga mengajak orang tuanya untuk ikut bekerja membuat hasil kerajinan tangan berbahan bambu dan kain bekas.

Aya berharap aksi sosialnya dapat dukungan dari semua pihak. Sehingga tidak ada lagi kemiskinan dan anak putus sekolah di Kabupaten Bogor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini