Share

Kuliah di Jurusan Farmasi? Ini 10 Peluang Karir dan Kisaran Gajinya

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Selasa 11 Januari 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 65 2530360 kuliah-di-jurusan-farmasi-ini-10-peluang-karir-dan-kisaran-gajinya-Pxk8PJSy5I.jpg Ilustrasi obat-obatan (Foto: Reuters)

JAKARTA - Jurusan farmasi identik dengan ilmu tentang obat-obatan dan meracik obat. Namun siapa sangka jika jurusan ini memiliki banyak peluang karir luas dengan kisaran gaji yang menarik bagi lulusannya. Jurusan ini juga bisa menjadi pertimbangan calon mahasiswa yang masih bingung menentukan pilihan studi di perguruan tinggi.

Mahasiswa jurusan farmasi akan mempelajari ilmu lebih dalam mengenai mencampur, meracik, melakukan formulasi, mengidentifikasi, mengkombinasi, menganalisis, dan menciptakan obat yang memenuhi standar kualitas dan kelayakan.

Tidak hanya meracik, namun juga harus mengetahui bagaimana penggunaan obat-obatan tersebut secara aman. Beberapa perguruan tinggi yang membuka fakultas farmasi di Indonesia yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran dan juga beberapa kampus swasta.

 Baca juga: Memilih Kuliah Jurusan Farmasi? Simak Gambaran Pelajarannya hingga Kans Kerja

Mata kuliah yang akan dipelajari mahasiswa diantaranya adalah Anatomi Fisiologi Manusia, Farmasi Fisika, Kimia Organik, Botani Farmasi, Farmasetika Dasar, Biokimia hingga Kimia Sintesis.

Melansir laman Gokampus di gokampus.com, berikut ini 10 peluang kerja bagi lulusan jurusan farmasi dan juga kisaran gaji yang akan didapat.

 Baca juga: Dibanding Malaysia dan Singapura, Farmasi Indonesia Masih Tertinggal

1. Farmasi Industri

Pekerjaan yang satu ini cukup banyak diincar oleh banyak mahasiswa lulusan farmasi. Dimulai dari proses pengabdian di bidang industri, lulusannya akan ditempatkan pada bagian research and development untuk menentukan formula, teknik pembuatan dan menentukan spesifikasi bahan baku pembuatan obat.

Para pekerja di bidang farmasi industri menerima kisaran gaji mulai dari Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulannya.

2. Dunia pendidikan

Lulusan jurusan farmasi yang ingin bekerja di dunia pendidikan juga banyak. Misalnya menjadi guru ataupun dosen yang fokus di mata kuliah jurusan farmasi. Bagi yang ingin menjadi dosen, harus menempuh pendidikan minimal S2 dulu.

Besaran gaji pada umumnya tergantung dari jam mengajar, namun kira-kira sekitar Rp4.000.000 per bulan tanpa tunjangan dan lain sebagainya.

3. Lembaga Pemerintah

Peluang lainnya adalah bekerja di lembaga pemerintahan. Misalnya di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bagi yang ingin bekerja di BPOM, kisaran gaji yang akan didapat adalah Rp2.500.000 hingga Rp16.500.000 per bulannya tergantung dengan jabatan yang diemban.

4. Pengusaha

Siapa bilang mahasiswa lulusan farmasi tidak bisa menjadi pengusaha? Dengan bekal ilmu yang dimiliki, lulusan farmasi bisa membuka apotek sendiri. Untuk membuka apotek, perhatikan beberapa syarat khusus dalam pendirian izinnya.

5. Peneliti Farmasi

Menjadi seorang peneliti farmasi merupakan salah satu bagian dari prospek kerja farmasi di Indonesia. Melimpahnya tanaman obat di Indonesia bisa menjadi subjek penelitian lulusan farmasi.

Bekerja di LIPI juga bisa menjadi pilihan menarik. Kisaran pendapatan yang akan didapatkan sebagai seorang peneliti di bidang farmasi yaitu sekitar Rp6.000.000.

6. Bekerja di sektor swasta

Ada banyak perusahaan swasta yang bergerak di bidang farmasi yang tertarik merekrut lulusan farmasi. Pilihlah divisi yang cocok dengan skill dan kemampuanmu . Untuk penghasilan yang bisa didapat oleh lulusan farmasi yang bekerja di sektor swasta dimulai dari Rp 4.000.000 hingga Rp 8.000.000 per bulannya.

7. Rumah sakit, apotek, dan laboratorium klinik

Bidang utama yang memberikan kesempatan besar bagi lulusan farmasi ada pada bidang layanan kesehatan misalnya rumah sakit, apotek dan juga laboratorium klinik.

Untuk menjadi seorang apoteker profesional lulusan farmasi wajib mengambil pendidikan profesi apoteker selama 2 semester dengan jangka waktu 1 tahun.

Sertifikat yang sudah dimiliki dapat dijadikan bekal untuk menjadi apoteker yang kemudian bisa mendirikan apotek sendiri. Rata-rata gaji yang diterima oleh apoteker yaitu sekitar Rp3.500.000 per bulan.

8. Farmasi Komunitas

Yang dimaksud dengan farmasi komunitas yaitu farmasi yang memberikan pelayanan di sarana kesehatan terdekat dengan komunitas masyarakat, seperti apotek, klinik, dan puskesmas. Tugasnya adalah memberi pelayanan terkait obat-obatan dalam komunitas masyarakat tertentu.

Kamu akan bekerja di fasilitas pelayanan publik terdekat yang bisa diakses oleh komunitas tersebut. Untuk gaji, Kamu bisa mendapatkan penghasilan mulai dari Rp2.500.000 per bulannya.

9. Bagian Administrasi Pelayanan Obat

Prospek kerja farmasi selanjutnya adalah kamu bisa bekerja sebagai bagian administrasi pelayanan obat di instansi pemerintah. Sebagai mahasiswa lulusan farmasi pastinya tidak hanya berkutat dengan obat-obatan saja.

Namun juga akan mengurus semua hal tentang makanan, minuman, hingga kosmetik. Misalnya beberapa makanan yang ternyata mengandung bahan kimia dan zat terlarang lain yang bisa diketahui oleh ahlinya saja.

10. Penyuluh Kesehatan

Sebagai mahasiswa lulusan farmasi, kamu bisa menyediakan dan mengelola program pendidikan kesehatan yang membantu individu, keluarga, dan komunitas dalam memaksimalkan dan mempertahankan gaya hidup sehat.

Kamu juga akan diminta untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sebelum melakukan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program yang dirancang untuk mendorong gaya hidup sehat, kebijakan, dan lingkungan.

Dapat berfungsi sebagai sumber daya untuk membantu individu, pekerja kesehatan lainnya, atau masyarakat, dan dapat mengelola sumber daya fiskal untuk program pendidikan kesehatan. Di Indonesia, penyuluh kesehatan masyarakat untuk pemerintah merupakan PNS di bawah Kementerian Kesehatan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini