Share

Serial Layangan Putus Jadi Trending, Begini Pandangan Pakar Sosiologi Keluarga Unair

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Jum'at 07 Januari 2022 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 65 2528810 serial-layangan-putus-jadi-trending-begini-pandangan-pakar-sosiologi-keluarga-unair-5YfWaZ1qRo.jpg (Foto: Instagram/@layanganputus.md)

JAKARTA - Serial Layangan Putus yang dibintangi Reza Rahadian, Putri Marino dan Anya Geraldine akhir-akhir ini menjadi trending di berbagai kanal media social. Pakar Sosiologi Keluarga dari Universitas Airlangga (Unair) pun memberi tanggapannya.

Dosen Sosiologi Keluarga Unair Prof. Dr. Sutinah ingin memfokuskan pada perempuan agar berdaya dan pandai membaca tanda-tanda. Menurut Sutinah dalam mempertahankan perkawinan pasca perselingkuhan yaitu perlunya membangun trust kembali.

Meskipun itu bukan hal yang mudah dilakukan bagi perempuan yang ‘tersakiti’. Tidak hanya itu, sambung Guru Besar Fisip Unair ini, berbicara soal tatanan sosial, pihaknya menyebut ideologi patriarki masih mengental di masyarakat.

“Suatu konstruksi sosial yang menganggap perempuan lemah dan mudah disakiti laki-laki, terlebih perempuan kerap ditempatkan di subordinat artinya hanya bisa patuh, padahal perempuan berhak mendapatkan kesempatan untuk membela diri,’’ katanya melansir laman unair.ac.id, Kamis (6/1/2022).

Prof. Sutinah juga menambahkan contoh ketika laki-laki gajinya oke, cakupan pergaulannya luas, ia merasa mampu, dan tak segan mencoba selingkuh. Disitu peran perempuan harus bisa membaca tanda-tanda.

“Melek diselingkuhin, yang biasanya pulang kantor jam segini, yang biasanya cara berpenampilannya begini tiba-tiba trendy, dan perbedaan lainnya yang menonjol dari keseharian,’’ ujar Prof. Sutinah.

Baca Juga : Berperan Jadi Pelakor, Anya Geraldine Takut Dicubit Haters

“Itu perempuan harus berani dalam menghadapi situasi ini, berani mengungkap bahwa perselingkuhan itu termasuk tindakan menyimpang,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkap bahwa seseorang yang pernah selingkuh berpotensi selingkuh lagi.

“Sama dengan orang yang melanggar aturan lalu lintas, dalam sosiologi sebuah perilaku menyimpang itu menguntungkan. bisa menguntungkan dari sisi waktu. Nah, perselingkuhan bisa menikmati sesuatu, tidak harus melulu soal seksual loh ya,’’ tegas Prof. Sutinah.

Prof. Sutinah juga mengungkap alasan perempuan yang kerap mempertahankan rumah tangga pasca diselingkuhi berkali-kali. Menurutnya, sebagian besar karena faktor ekonomi yang masih bergantung pada laki-laki.

“Saya kira keluarga itu perlu membangun bahagia setara, pekerjaan domestik tidak harus semua dikerjakan perempuan, hanya di rumah saja, performanya jadi tidak karuan, kemudian laki-laki jadi pergi, mencari tempat idaman yang lain,’’ tandasnya.

Sebagai penutup, ia menekankan kembali bahwa perempuan itu harus berdaya dan berhak hadir di ruang publik serta melek literasi agar tidak mudah dibodohi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini