Share

Daftar Profesor Paling Berpengaruh di Dunia, Ada dari Indonesia!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 10 Januari 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 65 2528782 daftar-profesor-paling-berpengaruh-di-dunia-ada-dari-indonesia-ki7hGlU5oM.jpg BJ Habibie. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lima profesor berikut memiliki pengaruh terhadap dunia internasional. Melalui pemikiran dan kejeniusannya, mereka dapat menemukan hal-hal baru yang sangat berguna bagi manusia. Berikut adalah sederet profesor paling berpengaruh di dunia.

Prof. Albert Einstein

Nama Albert Einstein mencuat sebagai seorang ilmuwan yang sangat cerdas sekaligus nyentrik. Einstein lahir di Ulm, Jerman, 14 Maret 1879 dan menempuh pendidikannya di beberapa negara, seperti Jerman, Italia dan Swiss.

Melansir buku ‘Albert Einstein 1879 – 1955’, Einstein mendapat gelar Profesor dalam bidang matematika di The Institute of For Advance Study, di Princeton, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1933.

Disebut sangat berpengaruh karena Einstein mendapat penghargaan Nobel atas dedikasinya pada dunia ilmu pengetahuan. Ia menemukan hukum fotolistrik dan dikenal sebagai Bapak Teori Relativitas. Semua ilmuwan dan masyarakat dunia setuju jika Einstein adalah ilmuwan terbesar sepanjang sejarah.

 

Baca juga: Viral, Mahasiswi Cantik Jadi Buruh Panggul Semen demi Bantu Orangtua


Baca juga: Jepang Buka Pendaftaran Beasiswa untuk Guru, Deadline 13 Januari 2022

Prof. Alexander Graham Bell

Alexander Graham Bell, seorang akademisi, penemu dan ilmuwan jenius yang terkenal karena menemukan telepon. Bell lahir di Edinburgh pada 3 Maret 1847. Melansir buku yang ditulis Harold S. Osborne berujudul ‘Alexander Graham Bell: 1847 – 1922’, Bell tidak tiba-tiba menemukan telepon. Ia terlebih dahulu melakukan beberapa kajian dan mengabdikan dirinya sebagai pengajar orang-orang tuli. Bell memberikan mereka pelatihan untuk dapat berbicara.

Pada 1871, Bell memutuskan untuk hijrah ke Boston dan mengerjakan sebuah alat. Ia yakin, alat tersebut akan mentransmisikan telegram dari beberapa pesan ke frekuensi-frekuensi berbeda. Hingga akhirnya, perusahaan telepon miliknya yang bernama the Bell Telephone Company resmi berdiri pada Juli 1877. (wdi)

Prof. Barrack Obama

Presiden ke-44 AS, Barrack Obama, rupanya juga merupakan seorang profesor. Melihat kariernya sebagai presiden yang sangat sukses dan dicintai rakyatnya, Obama pantas masuk ke dalam profesor yang paling berpengaruh di dunia.

Ia meraih gelar profesor di Sekolah Hukum Universitas Chicago. Sebelumnya, ia pernah menjadi dosen di universitas yang sama selama 4 tahun, terhitung sejak 1992 – 1996. Bersama sang istri, Michelle Obama, Obama pernah dinobatkan sebagai orang yang paling dikagumi di dunia pada 2021, berdasarkan survei yang dilakukan YouGov.

Prof. BJ Habibie

Dikenal sebagai seorang yang sangat jenius, Presiden ke-3 RI, BJ Habibie pernah menemukan sebuah teori bernama Crack. Ia pun dikenal dengan julukan ‘Mr. Crack’ karena mampu menghitung crack propagation on random, sampai ke bagian atom pesawat terbang.

Teori ini dipandang bisa memperkecil kemungkinan jatuhnya pesawat dan membuat biaya pemeliharaan pesawat lebih mudah. Penemuannya ini sudah digunakan oleh banyak ilmuwan di dunia. Bahkan, beberapa dari mereka menyebutnya sebagai Teori Habibie.

Prof. dr. Adi Utarini

Satu lagi profesor yang berpengaruh di dunia juga datang dari Indonesia. Ialah Adi Utarini, seorang peneliti dan guru besar di UGM (Universitas Gadjah Mada), Yogyakarta. Melansir Sindonews, Adi Utarini mendapat pengakuan dunia dengan masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia 2021 menurut Time.

Ia memimpin penelitian WMP atau World Mosquito Program di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi demam berdarah, dengan memasukkan bakteri wolbachia ke nyamuk Aedes aegypti. Wanita yang akrab disapa Uut ini memulai penelitiannya pada 2011.

Ia mulai menyebar telur nyamuk Aedes aegypti dengan bakteri wolbachia di tahun 2016 hingga 2020 di sekitaran Yogyakarta. Kasus demam berdarah di wilayah tersebut pun turun hingga 77%.

*diolah dari berbagai sumber

Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini