Profil Derrick Michael Xzavierro, Pebasket Indonesia Pertama Sukses Gabung NBA Global Academy

Qur'anul Hidayat, Okezone · Kamis 06 Januari 2022 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 65 2528192 profil-derrick-michael-xzavierro-pebasket-muda-indonesia-sukses-gabung-nba-global-academy-WKvqbVBpsf.jpg Derrick Michael. (Foto: IG @derrickmichael_)

JAKARTA - Derrick Michael Xzavierro membuat decak kagum dan bangga masyarakat Indonesia karena berhasil masuk NBA Global Academy di Australia. Para pemain berbakat dari luar Amerika Serikat ditempa pelatih-pelatih terbaik untuk meraih cita-cita menjadi pemain NBA.

Derrick yang lahir pada 1 April 2003 memang sudah menarik perhatian sejak usia belia. Terlebih dengan tinggi badannya yang mencapai 2,06 meter di usia 18 tahun. Namanya makin tersorot ketika debut bersama Timnas Senior Indonesia pada Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 saat melawan Korea Selatan. 

Nah, setelah beberapa bulan menempuh pendidikan di NBA Global Academy, Derrick mendapat libur dan kembali ke Tanah Air selama 20 hari. Okezone lantas berbincang dengan sang ibunda, Eva Simanjuntak.

Eva mengatakan, Derrick sudah menjalani karantina selama 10 hari dan sekarang sedang menikmati liburannya di Jakarta. Meski begitu, putranya punya kegiatan cukup padat selama di Indonesia karena mendapat undangan dari berbagai pihak.

Derrick Michael

“Kegiatan Derrick di Jakarta cukup padat. Padahal dia diberikan liburan untuk berlibur atau beristirahat karena dia baru mengikuti beberapa pertandingan di Salt Lake & Las Vegas Desember kemarin. Liburan harusnya 20 hari tetapi jadi 10 hari karena terpotong karantina 10 hari,” ujar Eva, Kamis (6/1/2022).

Dia bersyukur karena selama menempuh studi di Negeri Kanguru, Derrick tak mengalami hambatan berarti. Bahkan, menurut pihak NBA Academy, perkembangan Derrick memuaskan. Setiap latihan bisa dilakukan dengan baik. 

“Perkembangan studinya, Derrick cukup baik dalam beradaptasi dengan sistem pendidikan di sana. Sejauh ini dia bisa mengikuti semua program studinya dengan baik tanpa ada kendala,” ucap Eva.

Hal yang mengejutkan bagi Eva dan keluarga, Derrick tak mengalami culture shock saat belajar di Australia. Malahan, pebasket yang mengidolai Derrick Rose itu punya banyak teman dan dijuluki “Prince of Indonesia”.

“Tadinya saya dan keluarga berpikir dia akan culture shock, nyatanya dia biasa aja. Kami juga menyangka dia akan jadi anak yang diam-diam aja atau minder dengan kawan-kawan dari negara lain, ternyata tidak. Dia malah disukai kawan-kawannya dan dia mendapat julukan Prince of Indonesia,” kata Eva

Karier Derrick juga semakin cerah. Setelah selesai di NBA Academy pada April 2022, dia selanjutnya akan berjuang ke Amerika Serikat. Tawaran beasiswa pun sudah berdatangan.

Sosok Penyayang Keluarga

Eva tak bisa menyembunyikan perasaan haru ketika Derrick memberikan hadiah cukup mahal di hari ulang tahunnya. Hadiah hasil menabung itu diberikan Derrick saat dia kembali ke Indonesia.

“Dia memberikan hadiah ulang tahun yang luar biasa dan membuat saya menangis terharu. Derrick anak yang sangat sayang Mamanya. Dia selalu meyertakan saya dalam hal apapun,” ujar dia.

Sang ibu melanjutkan, Derrick sudah menyukai basket sejak usia Sekolah Dasar (SD). Namun, basket baru diseriusi saat libur sekolah sebelum masuk SMP dengan ikut klub remaja. 

“Cita-citanya begitu kuat, itu sebabnya dia sangat fokus. Cita-citanya jadi pemain NBA,” ujarnya.

“Harapan saya untuk Derrick, dia bisa bawa bangga Indonesia. Derrick bukan hanya anak saya, dia juga anak negeri ini. Secara estafet, kita harus memberkati negeri ini,” harap sang ibunda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini