Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Thailand Kembangkan Vaksin Covid-19 Menggunakan Tembakau

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 30 Desember 2021 |18:20 WIB
Ilmuwan Thailand Kembangkan Vaksin Covid-19 Menggunakan Tembakau
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

BANGKOK - Peneliti Thailand tengan mengembangkan vaksin Covid-19 nabati, yang menggunakan daun tembakau, untuk melawan varian Omicron. Pengujian vaksin tersebut awalnya dimulai pada 2020 dan pengujian pada manusia putaran berikutnya akan dilakukan pada musim semi tahun depan.

Varietas tembakau Australia rendah nikotin berbeda dengan jenis yang digunakan dalam rokok.

BACA JUGA: BPOM Sebut Sudah Terbitkan Izin untuk 11 Vaksin dan 3 Obat

Para peneliti mengatakan kecepatan pertumbuhannya berarti dapat diubah dari benih menjadi vaksin dalam waktu satu bulan dan teknologinya sangat mudah beradaptasi.

"Hanya dibutuhkan 10 hari bagi kami untuk menghasilkan prototipe dan... tidak lebih dari tiga minggu untuk menguji apakah prototipe itu berfungsi atau tidak," asisten profesor Dr Suthira Taychakhoonavudh, kepala eksekutif Baiya Phytopharm, mengatakan kepada Sky News.

"Misalnya, saat ini, kami sedang mengerjakan galur Omicron. Kami memiliki prototipe dan sedang mengujinya sekarang."

Daun yang dipanen digunakan sebagai inang untuk menghasilkan protein yang meniru virus Covid-19. Daunnya dicampur dan proteinnya diekstraksi.

Ketika vaksin yang dihasilkan disuntikkan ke manusia, itu merangsang antibodi yang dapat digunakan tubuh kita untuk melawan virus yang sebenarnya di masa depan.

BACA JUGA: Thailand Peringatkan Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Identifikasi Insiden Super Spreader

Vaksin paling awal akan diizinkan untuk digunakan adalah akhir 2022.

Meskipun vaksinasi Covid-19 lainnya sudah tersedia, pengembang mengatakan penting untuk melanjutkan proyek demi keamanan kesehatan di masa depan.

"Covid-19 tidak akan menjadi yang terakhir, kan? Anda akan memiliki begitu banyak penyakit yang muncul dan jika kita dapat mengembangkan vaksin sendiri, maka kita tidak harus bergantung pada vaksin dari negara lain," terangnya. co-founder dan chief technology officer Dr Waranyoo Phoolcharoen.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement