Share

Kemendikbudristek Angkat Pamor Produk SMK Gelar Pameran TEFA 2021

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Kamis 16 Desember 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 624 2517862 kemendikbudristek-angkat-pamor-produk-smk-gelar-pameran-tefa-2021-YiCtpMbanW.jpg Sesjen Kemendikbudristek Suharti (Foto: Dokumen Kemendikbudristek)

JAKARTA - Kemendikbudristek mencoba mengangkat pamor produk Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) melalui pameran hasil produk SMK dengan Model Teaching Factory (TEFA) 2021. Pameran ini digelar sebagai sarana pengenalan, peluncuran, dan pemasaran hasil produk 60 SMK Penerima Bantuan Pemerintah New Teaching Factory 2021.

Pameran yang berlangsung hibrida ini mengambil tema “Bangga Produk SMK, Bangga Produk Indonesia.”  Pameran ini juga bertujuan menarik atensi dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), dan masyarakat umum terhadap program yang ada di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi).

Acara ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik, seperti pameran produk SMK TEFA, unjuk kemampuan SMK Tata Boga, serta makan malam guna memperkuat jejaring (networking dinner) antara SMK dengan DUDIKA.

 Baca juga: Tahun Depan, Kemendikbudristek Akan Buka Program D2 Jalur Cepat

Sesjen Kemendikbudristek, Suharti, mengatakan Kemendikbudristek berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada ranah vokasi.

“Salah satu komponen inti dari pengajaran SMK adalah membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dan nantinya bermanfaat di dunia kerja,” ujarnya dalam acara Unjuk Tampil New Teaching Factory (TEFA) di SMK 57 Jakarta.

Baca juga:  Pelajar SMK Kudus Bikin Video Animasi, Pukau Pengunjung Bali Internasional Film Festival

Lebih lanjut ia menjelaskan, teaching factory adalah suatu model pembelajaran yang berkelanjutan. Melalui teaching factory, peserta didik dapat meningkatkan keterampilan dengan praktik langsung.

“Selain itu, secara institusi, SMK dapat memperoleh tambahan pendapatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas pengajaran,” ujar Suharti.

Kepada para kepala sekolah, Suharti mengapresiasi upaya sekolah dalam mengembangkan SMK di berbagai wilayah. Ia mengajak seluruh pimpinan SMK terus berinovasi dan mencari aspek-aspek yang bisa dikembangkan dan dikolaborasikan.

“Saya percaya bahwa Bapak/Ibu sangat besar dalam mendorong pendidikan SMK menjadi lebih berdaya guna,” ucapnya yakin.

Sementara itu, kepada para peserta didik, ia berpesan agar terus semangat belajar meski proses pembelajaran saat ini harus menempuh berbagai tantangan. Menurut Suharti, belajar itu sejatinya tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Suharti optimistis, hal-hal yang dipelajari di kelas dapat dipadukan dengan ide kreatif individu untuk menghasilkan hal-hal baru.

“Saya berharap, di antara adik-adik, banyak yang nantinya berhasil menjadi pengusaha. Ketika sudah sukses nanti, jangan lupa untuk berbagi ilmu kepada para juniornya,” tuturnya. Ia juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam mendukung seluruh SMK di Indonesia agar dapat terus berkembang. “Mari kita dukung dengan membeli produknya. Setiap rupiah yang kita belanjakan akan mereka manfaatkan untuk belajar lebih banyak lagi,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto mengatakan, pameran hasil produk TEFA 2021 bertujuan untuk meluncurkan produk-produk karya anak Indonesia hasil pendampingan dengan mitra industri.

“Hal ini memberi manfaat bagi SMK karena dalam meluncurkan produknya, SMK Teaching Factory membutuhkan pembukaan akses (exposure) supaya SMK dapat mengenalkan produknya kepada masyarakat luas dan mitra industri,” ujarnya.

Ia menuturkan, acara ini terbuka bagi para SMK TEFA, pelaku bisnis, dan seluruh SMK yang ingin mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang produk SMK serta bantuan teaching factory.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini