Share

Alumni IPB Raih Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri, Ini Tips Suksesnya

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Rabu 15 Desember 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 65 2517360 alumni-ipb-raih-penghargaan-wirausaha-muda-mandiri-ini-tips-suksesnya-QQjkQQJcgO.jpg IPB University (Foto: Okezone)

JAKARTA - Aminudi meraih penghargaan sebagai Best of The Best Wirausaha Muda Mandiri 2021. Alumni Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University ini memutuskan berwirausaha hingga berhasil menjadi CEO Biomagg Indonesia.

Aminudi memulai usahanya di bidang perikanan melalui budidaya ikan lele. Berkat usahanya ini dia meraih Juara 1 Young Entrepreneur Leadership Program Bank Indonesia 2021.

Setelah satu tahun melakukan budidaya, terdapat dua masalah yang dialami yakni harga tengkulak yang cenderung fluktuatif serta harga pakan yang terus mengalami peningkatan.

“Karena pakan menyumbang biaya sampai 67 % dari total biaya operasional, maka saya mencoba mencari alternatif pakan,” katanya melansir laman resmi IPB, Rabu (15/12/2021).

Baca juga: Alumnus Muda IPB Jalani Magang Hortikultura ke Amerika Serikat dan Belanda

Ia mengaku, berbekal ilmu yang ditekuni semasa kuliahnya di IPB University, ia mencoba mencari literatur tentang potensi serangga sebagai pakan alternatif potensial. Sampai akhirnya ia mengembangkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) untuk menghasilkan pakan ikan.

“Seiring berjalannya waktu, pengembangan BSF ini diperuntukkan untuk mengolah sampah organik dan lahirlah Biomagg,” katanya.

Baca juga: Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital, IPB University Siapkan Immersive Learning

Dia menjelaskan tentang pentingnya pengembangan maggot. Ia menyebut, maggot dapat mengatasi masalah sampah organik di Indonesia. Pasalnya, setiap orang di Indonesia menghasilkan 300 kilogram sampah makanan setiap tahunnya.

Hal ini menempatkan Indonesia sebagai peringkat kedua penghasil sampah makanan di dunia. Tidak hanya itu, pengelolaan sampah organik di Indonesia juga masih sangat kurang, padahal sampah organik adalah sampah terbanyak dalam timbunan sampah yang mencapai 60 %.

“Dengan adanya maggot ini, kami berupaya menciptakan ekosistem baru, yaitu Green Economy demi terciptanya penerapan SDG’s di Indonesia,” terang Aminudi.

Selain itu, katanya, Indonesia juga masih import sumber bahan baku protein berupa tepung ikan mencapai 105,7 juta dolar per tahun. Padahal Indonesia sebagai negara maritim dengan garis pantai terluas di dunia, hal ini sangat berpengaruh terhadap harga pakan yang menyulitkan petani dan peternak.

Di samping itu, Indonesia juga memiliki sumber keanekaragaman serangga yang berpotensi sebagai protein terbarukan.

Dalam membangun usahanya, Aminudi menyampaikan perlunya keyakinan dalam menjalankan bisnis. Sebab, katanya, ketika ownernya telah yakin, maka untuk meyakinkan customer dan investor tidaklah sulit.

“Yang tidak kalah penting adalah konsisten dan persisten, apapun kendala, problem, tantangan, baik yang datang dari dalam diri maupun dari lingkungan harus dihadapi bukan dihindari,” ungkapnya.

Apabila ada masalah dalam bisnis, lanjut Aminudi, perlu mencari solusi terbaik dan tercepat dalam menyelesaikan masalah, atau menganalisis keputusan dan solusi mana yang mengurangi risiko kerugian.

Ia juga menyarankan untuk berdiskusi dengan tim, jika ada masalah sehingga dapat diselesaikan bersama. Di sisi lain Aminudi menerangkan perlunya membuat konsep PDCAE ( Plan, Do, Check, Action, Evalution) dalam mengantisipasi problem dalam berbisnis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini