Suka Dunia Serangga? Profesi Ini Bisa Jadi Pilihan

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Kamis 02 Desember 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 65 2510746 suka-dunia-serangga-profesi-ini-bisa-jadi-pilihan-BahAZZaabl.jpg IPB University (Foto: Dokumen Okezone)

JAKARTA - Indonesia memiliki banyak keanekaragaman serangga yang potensinya belum terungkap. Hingga saat ini baru satu juta spesies serangga yang teridentifikasi, sedangkan sekitar 4-5 juta sisanya masih belum terungkap di dunia. Tak heran, pekerjaan taksonomist masih sangat dibutuhkan di tanah air.

“Sehingga hal tersebut membuat peluang sekaligus tantangan bagi taksonomist muda, khususnya untuk mengungkap satu per satu spesies serangga yang ada,” ujar Dosen IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman Dr Purnama Hidayat dalam webinar Bincang Seru Taksonomi Serangga melalui siaran pers, Rabu (1/12/2021).

Dr Pur menambahkan, bidang Taksonomi Serangga sangat penting karena menjadi dasar dalam memberikan informasi mulai dari peranan dari serangga hingga keperluan terkait tindakan pengendalian.

Baca juga:  Terancam Punah, Kini Serangga Phasmid Berhasil Dikembangbiakkan

“Setiap orang berhak belajar dan menyukai serangga. Serangga merupakan hewan yang ada di sekitar kita. Sadar ataupun tidak, serangga seperti semut, kecoa, nyamuk, kumbang, kupu-kupu dan yang lainnya menjadi hewan yang selalu hidup berdampingan setiap harinya dengan kita,” tuturnya.

Menurutnya, sebelum melakukan proses pengendalian, sangat diperlukan informasi jenis serangga yang akan dikendalikan sehingga akan tepat sasaran. Ketika salah dalam mengenali serangga sasaran, maka akan berdampak terhadap ekosistem.

 Baca juga: Wow Cantiknya Peri Unik, Terbuat dari Serangga Mati

“Dan tugas mengenali serangga tersebut merupakan tugas yang penting bagi seorang taksonom,” lanjutnya.

Dosen IPB University Dr Nina Maryana menjelaskan, keberadaan Laboratorium Biosistematika Serangga yang dimiliki Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian.

Laboratorium ini mempunyai fasilitas yang sangat mumpuni khususnya mikroskop dengan kemampuan yang tinggi sehingga mampu menunjang penelitian mahasiswa baik program sarjana, master, maupun doktoral.

“Produk dan jasa yang dihasilkan dari Laboratorium Biosistematik Serangga tidak hanya berupa serangga-serangga hasil penelitian. Tetapi tentunya tulisan-tulisan tentang serangga yang sudah dimuat di jurnal nasional maupun internasional, buku identifikasi (kutu kebul dan kutu daun), serta jasa atau pelayanan dalam mengidentifikasi serangga baik yang berperan sebagai hama maupun sebagai serangga bermanfaat seperti predator, penyerbuk dan decomposer,” terangnya.

Menurutnya, selain dosen-dosennya yang mempunyai keahlian yang mumpuni di bidang Taksonomi Serangga, suasana kerja dan peralatan yang mendukung memberikan dampak psikologis kepada para mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.

“Karena sejatinya penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tidak hanya memberikan pengaruh penting secara langsung untuk mahasiswa itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak yang baik bagi dosen, departemen, bahkan secara khusus kepada IPB University,” imbuhnya.

Ia menambahkan, banyak alumni dari Laboratorium Biosistematika Serangga yang bekerja sebagai dosen di Universitas Padjajaran, Universitas Bangka Belitung, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Papua, Petugas Badan Karantina Pertanian serta masih banyak lagi.

Menurutnya, pekerjaan bidang taksonomi serangga masih sangat dibutuhkan sampai sekarang. Bahkan dengan perkembangan teknologi, identifikasi serangga yang dulunya dengan menggunakan teknik konvensional, sekarang sudah mulai berkembang.

“Yakni dengan membandingkan identifikasi spesies dengan teknik molekuler yang memungkinkan untuk melihat asal muasal spesies hingga tingkat molekul, serta dapat melihat peta persebaran dengan cara mencarinya database di GenBank,” jelasnya.

Pekerjaan sebagai ahli taksonomi serangga, lanjutnya, masih sangat terbuka sehingga diharapkan para generasi muda atau milenial juga dapat ikut serta dalam membantu mengungkap spesies-spesies baru di Indonesia. Pastinya dengan bergabung di Program Studi Entomologi IPB University khususnya di Laboratorium Biosistematika Serangga.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini