Tren Stiker 'Add Yours' di Instagram Berisiko Pencurian Data, Ini Kata Pakar TI UGM

Tim Okezone, Okezone · Senin 29 November 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 65 2509265 tren-stiker-add-yours-di-instagram-berisiko-pencurian-data-ini-kata-pakar-ti-ugm-6YHmbvk5eB.jpg Illustrasi (foto: Unsplash)

JAKARTA - Fitur stiker Add Yours di Instagram saat ini menjadi tren di kalangan warganet. Melalui fitur tersebut, penggunanya dapat mengikuti sebuah tantangan yang juga bisa diikuti oleh pengguna instagram yang lain. Tujuannya adalah meningkatkan komunikasi dan interaksi sesama pengguna Instagram.

Tantangan di fitur Add Yours berupa stiker yang dengan hanya mengklik “Add Yours” maka pengguna langsung bisa mengikuti tantangan tersebut. Tantangannya pun beragam mulai dari berbagi foto hasil jepret sendiri, hingga tantangan foto menggunakan pakaian serba hitam. Namun, dari beragam tantangan itu, beberapa diantaranya menjadi ramai diperbincangkan oleh warganet karena berisiko adanya pencurian data.

Baca juga:  Instagram Siap Hapus Stiker Add Yours yang Umbar Data Pribadi

Tantangan yang dimaksud ialah menunjukkan informasi terkait privasi data diri seperti menyebutkan variasi nama panggilan, menebak usia hingga memperlihatkan foto tanda tangan.

Menanggapi hal itu, Pakar Teknologi Informasi Universitas Gajah Mada (UGM), Ridi Ferdiana angkat bicara terkait tren ini. Menurut nya fitur “Add Yours” di Instagram memiliki risiko pencurian data pribadi penggunanya.

Baca juga:  Waspadalah! Fitur Add Yours di Instagram Rentan Dipakai untuk Penipuan

“Bisa jadi malah membagikan sesuatu yang bersifat pribadi. Misalnya, tanda tangan, nomor KTP, atau data pribadi lainnya," ujar Ridi.

Ridi menyebutkan, informasi yang dibagikan dalam tantangan tersebut memiliki potensi diakses orang lain. Lalu, ada peluang digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab atau membuka celah untuk kejahatan rekayasa sosial.

“Bisa saja memberi peluang penipuan semisalnya, menggunakan nama kecil panggilan untuk berpura-pura menjadi teman lama lalu melakukan penipuan," tutur Ridi.

Meneruskan imbauan dari Kominfo, Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi FT UGM ini menekankan, bahwa masyarakat jangan menyebar atau memberikan data pribadi kepada siapapun yang mengaku dari pihak tertentu.

"Jadi, sebaiknya memang hindari membagi data pribadi ke media sosial," kata Ridi.

Selanjutnya, Ridi pun memberikan tips agar aman dalam menggunakan media sosial, khususnya dari sisi teknologi informasi.

Saat ini, seperti Windows 11 sudah tersedia gratis dan legal bagi pemilik laptop Windows 10. Selain itu, memperbarui sistem operasi secara berkala seperti password yang memang perlu diperbarui secara berkala. Hindari menggunakan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nama hewan peliharaan, hingga nomor plat mobil.

Misalnya mengombinasikan password dengan sms atau menggunakan biometric seperti sidik jari untuk akses perbankan atau yang lain. Usahakan tidak membuka situs -situs porno, perjudian atau yang tidak jelas dan tidak berizin.

"Tidak asal membuka tautan, terlebih yang menawarkan iming-iming menggiurkan dan tidak masuk akal," pungkasnya. (Alvin Agung Sanjaya)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini