HUT ke-76 PGRI, Presiden Jokowi Apresiasi Semangat Guru di Masa Pandemi

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Sabtu 27 November 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 624 2508395 hut-ke-76-pgri-presiden-jokowi-apresiasi-semangat-guru-di-masa-pandemi-NyJ4o5TwVP.jpg Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan HUT Ke-76 kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional kepada seluruh guru di pelosok negeri.

Jokowi mengatakan, para guru menghadapi tantangan yang berat selama pandemi. Namun dia memberi apresiasi yang tinggi atas kerja keras, semangat dan dedikasi para guru dengan mencoba berbagai cara baru agar proses pembelajaran tetap berlangsung.

“Pandemi menguji ketangguhan kita semuanya termasuk ketangguhan para guru. Berbagai macam disrupsi menantang untuk para guru untuk kreatif dan inovatif menciptakan terobosan di tengah keterbatasan sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga," katanya pada Puncak Peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional 2021 secara virtual, Sabtu (27/11/2021).

Baca juga:  35 Pendidik Raih Penghargaan di Hari Guru Nasional

Jokowi mengatakan, upaya pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 cukup berhasil dibandingkan banyak negara lain di dunia. Dia kembali menekan bahwa Pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dimulai. Namun demikian PTM harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Selain itu dia juga meminta pembelajaran memanfaatkan teknologi secara optimal sehingga pembelajaran luring dapat dikombinasikan dengan daring. dia juga menekankan protokol kesehatan tetap dijalankan disiplin. Begitu juga dengan testing dan tracing harus terus dilakukan.

"Jika kasus positif di sekolah atau di keluarga siswa maka harus dilakukan antisipasi secepatnya," tegasnya.

Baca juga:  Pengabdian Guru Desa Terpencil, Bertaruh Nyawa Seberangi Laut Demi Mengajar Murid

Menurut Presiden, penggunaan teknologi digital yang dipercepat oleh pandemi ini harus terus dilanjutkan.

“Saya mengharapkan semua sekolah merancang sistem pembelajaran yang efektif, merancang hybrid learning yang metode pembelajarannya menggunakan kombinasi antara luring dan daring,” ucapnya.

Selain itu, Jokowi juga mendorong agar materi pembelajaran harus dibuat lebih kontekstual, lebih relevan dan kontributif untuk masa depan siswa. Dalam hal ini, guru harus membuat materi dan metode pembelajaran yang lebih menarik.

"Tidak kalah menarik dibandingkan dengan apa yang tersedia di media sosial dan sekaligus lebih peka terhadap perubahan dan perkembangan masa depan," ucapnya.

Selain itu juga Presiden mengatakan, kebijakan Merdeka Belajar harus dimanfaatkan secara maksimal. Lalu program Sekolah Penggerak diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman yang nyaman yang inklusif dan menyenangkan.

Sementara Program Guru Penggerak diharapkan mendorong transformasi pendidikan Indonesia dengan semakin meningkatkan kualitas guru yang mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Menurutnya, guru adalah ruh dalam proses pendidikan dan perannya tidak dapat digantikan. Sebab guru berperan sebagai sumber nilai dan keteladanan serta menjadi generasi yang berkarakter mandiri dan tangguh di masa depan.

“Karena itu pemerintah bekerja keras untuk memenuhi kecukupan dan peningkatan kualitas guru. Masalah kekurangan guru akan terus diatasi, masalah kesenjangan pemerataan pendidikan juga terus diselesaikan agar cita-cita mewujudkan Indonesia maju dapat kita wujudkan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini