BRIN dan IPB Penelitian Lintas Bidang, Eduwisata GLOW di Kebun Raya Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 25 November 2021 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 65 2507178 brin-dan-ipb-penelitian-lintas-bidang-eduwisata-glow-di-kebun-raya-bogor-quoExXcgoG.jpg BRIN dan IPB lakukan kajian Eduwisata GLOW di Kebun Raya Bogor (Foto: Dokumen Kebun Raya Bogor)

BOGOR - Penelitian lintas bidang dilakukan antara Badan Riset dan inovasi Nasional (BRIN) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait rencana eduwisata malam GLOW di Kebun Raya Bogor. BRIN secara bertahap melakukan tiga penelitian mengenai perubahan karakteristik hewan dan tumbuhan dari faktor cahaya, polusi udara, dan polusi suara. 

Plt Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor BRIN Sukma Surya Kusumah mengatakan ada tiga riset yang dilakukan untuk melihat perubahan karakteristik hewan dan tumbuhan sejak September 2021. Dalam perkembangannya, para periset BRIN berkolaborasi dengan peneliti dari IPB.

Desain penelitian pertama mengenai topik Permodelan Spasial Dampak Cahaya Malam Buatan terhadap Kesehatan Tumbuhan Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle dan Pembelajaran Mesin (Studi Kasus Kebun Raya Bogor).

 Baca juga: BRIN Petakan Kebutuhan Riset dan Pengembangan Seluruh Daerah Indonesia

Ia menyebutkan, penelitian tersebut akan mengidentifikasi area dan tumbuhan yang terpapar cahaya malam buatan baik dari dalam maupun luar kawasan Kebun Raya Bogor. Menganalisis dampak cahaya malam buatan terhadap kandungan klorofil dan nitrogen pada daun tumbuhan yang terpapar, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dampak cahaya malam buatan terhadap tumbuhan membangun model spasial kerentanan tumbuhan terhadap cahaya malam buatan.

"Penelitian yang akan dilakukan selama setahun dari bulan Januari hingga Desember 2022 tersebut akan meneliti sekitar 300 pohon untuk sampel penelitian. Organisasi riset BRIN yang terlibat antara lain Ilmu Pengetahuan Hayati dan Penerbangan dan Antariksa. Dalam prosesnya, akan terlibat juga para peneliti dari LPPM IPB," kata Sukma dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Baca juga:  Passing Grade IPB, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!

Penelitian kedua, mengenai analisis pengaruh cahaya malam muatan atau Artificial Light at Night (ALAN) pada fungsi-fungsi ekofisiologi beberapa jenis tumbuhan tropis Kebun Raya Bogor. Penelitian yang telah dimulai sejak bulan November 2021 dan direncanakan akan selesai pada bulan Desember 2022 ini dilakukan oleh tim peneliti Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya (organisasi riset Ilmu Pengetahuan Hayati), Pusat Riset Fisika (organisasi riset Ilmu Pengetahuan Teknik), (organisasi riset Tenaga Nuklir) dan IPB.

Para peneliti, lanjut Sukma, akan mengkaji pengaruh ALAN pada fungsi-fungsi ekofisiologi beberapa jenis tumbuhan tropis. Selain itu, penelitian tersebut ingin mengetahui spektrum (panjang gelombang) ALAN yang memiliki pengaruh minimal terhadap fungsi-fungsi ekofisiologi tumbuhan tropis dan ingin mengetahui intensitas radiasi ALAN yang memiliki pengaruh minimal terhadap fungsi-fungsi ekofisiologi tumbuhan tropis.

"Parameter yang akan diamati dalam penelitian tersebut antara lain panjang daun, luas daun, ketebalan daun, warna daun, kerapatan stomata, konduktansi stomata, klorofil total, laju fotosintesis, laju rerspirasi, senyawa metabolit sekunder, dan ekspresi gen. Kami akan melakukan dengan 3 perlakuan yaitu tipe cahaya, intensitas, dan durasi," bebernya.

Studi lapangan dan studi eksperimental botani yang dilakukan dalam penelitian ini akan berjalan selama enam bulan. Studi lapangan akan menggunakan kurang lebih 24 sampel per jenis dan studi eksperimental akan menggunakan 162 sampel per jenis.

Sementara iru, Plt Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi Yan Rianto menyatakan Kebun Raya Bogor sebagai platform riset memberikan tantangan dan peluang bagi peneliti lintas disiplin ilmu.

"Salah satu area yang menjadi lokasi penelitian tersebut adalah pelaksanaan night botanical garden di area GLOW yang dibuka terbatas secara jumlah pengunjung, lokasi, dan waktu, menyesuaikan kebutuhan riset. Dalam prosesnya, para peneliti akan melakukan riset komparatif di beberapa titik Kebun Raya Bogor dan memungkinkan juga melakukannya di beberapa kebun raya lainnya," ucap Yan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini