Ciptakan Game Edukasi, Cara ITS Lawan Hoaks di Tengah Masyarakat

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Rabu 24 November 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 65 2506427 ciptakan-game-edukasi-cara-its-lawan-hoaks-di-tengah-masyarakat-XgbnyM0daa.jpg ITS ciptakan game edukasi/ dok ITS

JAKARTA- Berita bohong atau hoaks saat ini masih banyak di tengah masyarakat saat pandemi seperti sekarang ini. Hal ini yang membuat Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sebuah game edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan bahayanya berita hoaks.

(Baca juga: Heboh Kekerasan Seksual Oknum Guru Besar di Kampus, Reaksi UI Mengejutkan)

Ketua tim Abmas Nugrahardi Ramadhan, mengatakan, proyek Abmas ini merupakan ide hasil kolaborasi Sustainable Development Goals (SDGs) ITS bersama Departemen DKV ITS dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

(Baca juga: Yana Supriatna Pembuat Hoaks Cadas Pangeran Ditetapkan Tersangka)

Proyek ini memiliki konsep dengan mekanika permainan, seperti achievement, motivation, learning, dan challenge. “Dibandingkan konsep game yang menghibur, gamifikasi kami mengkombinasikannya dengan proses pembelajaran,” katanya Selasa (23/11/2021).

Berawal dari ide tersebut, tim ini merasa tergerak terlebih sebagai departemen yang kompetensinya berbeda dari departemen lainnya hingga harus melakukan inovasi sesuai bidangnya.

Di sisi lain, dalam mengedukasi masyarakat terpikirkan memerlukan media kreatif yang tidak biasa dan masyarakat harus diberikan edukasi. “Maka dari itu, terbitlah game dengan nama Pramana Sahwahita yang dikemas dengan genre visual novel,” ungkapnya.

Nama Pramana Sahwahita sendiri berarti mencari pengetahuan untuk kebenaran yang manfaatnya untuk kita semua, tentunya kemaslahatan umat manusia. Dengan pemikiran tersebut, Tim Abmas ini akan bertugas sebagai perpanjangan tangan ITS untuk membantu mitra, mengobservasi karakteristik masyarakat dari konten-konten hoaks yang beredar di masyarakat.

Dosen Departemen DKV ITS ini mengaku, tujuan utama dalam game ini adalah permainan peran (role play), di mana masyarakat akan dilibatkan secara aktif dalam proses pembuatan dan penyebaran berita hoaks. Sehingga diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bersikap.

Disampaikannya bahwa dalam game yang bersifat menantang (challenging) ini, masyarakat akan disajikan sebuah berita bertemakan Covid-19 serta diajak menebak dan pembuktian berita hoaks.

Selain itu, pemain juga akan diarahkan pada aksi berikutnya, yaitu memberitakan kepalsuan beritanya, tidak bersikap apa-apa, atau justru turut menyebarkan kembali berita tersebut kepada orang lain.

Tim ini berhasil menyajikan visual yang menarik dan terdiri dari 15 level, di mana tiap level mempunyai dialog-dialog atau info tentang berita hoaks atau bukan. Masing-masing tindakan ini akan mendapatkan akumulasi poin dan akan dikategorikan apakah layak menjadi netizen produsen hoaks, user pasif atau layak menjadi agen pemberantas hoaks.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini