Heboh Kekerasan Seksual Oknum Guru Besar di Kampus, Reaksi UI Mengejutkan

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 23 November 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 65 2505995 heboh-kekerasan-seksual-oknum-guru-besar-di-kampus-reaksi-ui-mengejutkan-n5Ra8i45HQ.jpg pelecehan seksual di kampus UI/ okezone

JAKARTA –Kasus kekerasan seksual di kampus Universitas Indonesia (UI) viral di media sosial. Netizen membongkarnya setelah sekian lama dugaan kasus yang dilakukan oknum Guru Besar UI.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Universitas Indonesia (UI), Agustin Kusumayati, meminta seluruh warga Universitas Indonesia (UI) untuk menjunjung tinggi norma kesusilaan dan sopan santun.

(Baca juga: Viral! Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus UI Terbongkar)

"Universitas Indonesia (UI) telah memiliki Kode Etik dan Kode Perilaku (Peraturan Rektor Universitas Indonesia/PRUI No.14 tahun 2019) yang mengikat seluruh Warga UI --baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan. Pasal 16 PRUI No.14 tahun 2019 menyatakan bahwa Warga UI harus menjunjung tinggi norma kesusilaan dan sopan santun," ujar Agustin Kusumayati, Senin (22/11/2021).

Dia menegaskan, peraturan yang berlaku di UI tidak hanya mencakup pelarangan kekerasan seksual, melainkan mencakup pula larangan untuk melakukan segala bentuk pelecehan dan perundungan, termasuk kekerasan dan pelecehan seksual.

(Baca juga: Dekan Fisip Unri Ditetapkan Tersangka Kasus Pencabulan Mahasiswi)

"UI menyambut baik terbitnya Permendikbudristek No.30 Tahun 2021 yang mengatur secara khusus dan terperinci, mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi. Karena peraturan, mekanisme, dan prosedur yang selama ini dilaksanakan di UI mengatur tata laksana dugaan pelanggaran Kode Etik dan Kode Perilaku secara umum, maka UI akan melakukan penyesuaian sebagaimana arahan Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021," kata Agustin Kusumayati.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sesuai dengan Permendikbudristek No.30 Tahun 2021, UI akan menyelenggarakan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan UI, melalui 3 jalur, yaitu melalui pembelajaran, penguatan tata kelola, dan penguatan budaya komunitas.

"Modul Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek akan diintegrasikan ke dalam kurikulum tersebut, selain juga dipromosikan melalui berbagai kegiatan ko dan ekstrakurikuler. Dalam pencegahan terjadinya kekerasan seksual tersebut, ada tiga kelompok faktor pengaruh perilaku yang patut diperhatikan.

Perilaku itu dipengaruhi oleh predisposing factors (misalnya pengetahuan, sikap, motivasi, kepercayaan), enabling factors (misalnya fasilitas, sarana, prasarana, akses terhadap layanan), dan reinforcing factors (misalnya pengaruh keluarga, pasangan, peer group, teman; teladan, contoh; regulasi/peraturan, reward and punishment)," ungkap Agustin Kusumayati.

Penguatan Tata Kelola ia sebutkan akan dilaksanakan melalui perumusan kebijakan dan regulasi tentang pencegahan kekerasan seksual di lingkungan UI, pembentukan Satuan Tugas sesuai dengan pedoman dari Kemendikbudristek, penyusunan Pedoman Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan UI, dan melengkapi SIPDUGA dengan layanan hotline untuk pelaporan kekerasan seksual.

"Regulasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan UI juga akan dikembangkan, sehingga dapat mendorong terciptanya kondisi yang efektif dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual, menimbulkan efek jera dan menjamin ketidakberulangan, serta kondusif untuk perlindungan dan pemulihan korban tindakan kekerasan seksual," pungkas Agustin Kusumayati.

Sebelumnya, akun Twitter Ibnu Tasrip al-Wibuwi @IbnuTasrip memposting terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia dan dilakukan oleh seorang Guru Besar UI.

"Kasus kekerasan di kampus oleh guru besar UI. Cuma jadi gosip selama bertahun-tahun, Bakalan di spill semuanya satu-satu oleh satgas. Adanya permendikbudristek 30. The iceberg has cracked," cuit akun @IbnuTasrip, Minggu (21/11/2021) Pukul 21.56 WIB.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini