Share

163 Tim dari 61 Kampus Siap Berlaga di Kontes Robot Terbang Indonesia

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Rabu 17 November 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 65 2503028 163-tim-dari-61-kampus-siap-berlaga-di-kontes-robot-terbang-indonesia-NibYaEvDaJ.jpg Foto: istimewa

JAKARTA - Sebanyak 163 tim dari 61 perguruan tinggi di Indonesia saat ini sedang berkompetisi di ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tingkat nasional secara daring.

Mereka akan berjuang untuk merebut piala emas dari empat divisi pertandingan yaitu Fixed Wing, Vertical Take-off and Landing, Racing Plane, dan Technology Development.

Baca juga:  Jadi Tuan Rumah, UNS Optimis Sabet Juara Umum di Ajang KRTI

KRTI yang berlangsung hingga 20 November 2021 dipusatkan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah sebagai tuan rumah dan dibuka secara resmi pada Senin, (15/11).

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek Asep Sukmayadi mengatakan penyelenggaraan KRTI merupakan salah satu implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM).

“KRTI mendorong mahasiswa tidak hanya akademik tapi juga menjadi individu yang kreatif, inovatif, berdaya saing, dan berkarakter,” katanya melalui siaran pers.

Kontes ini, lanjut Asep, akan melatih mahasiswa tentang wahana terbang nirawak. Nantinya, penilaian dari kontes ini meliputi pengukuran konfigurasi, pengendalian dan pendataan, parameter terbang, mampu pemantauan, pemetaan dan pengiriman paket barang pada suatu lokasi atau gedung vertikal.

Sementara itu, Rektor UNS Jamal Wiwoho mengungkapkan, dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat dan cepat, generasi muda harus terus berinovasi.

“Generasi muda dipacu untuk terus berinovasi melalui karya-karya mereka di bidang sains dan teknologi, seperti halnya kontes robot terbang Indonesia yang dapat menjadi wadah generasi muda untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang aerodinamika,” ujarnya.

Jamal Wiwoho berharap, dengan hadirnya kompetisi ini akan memunculkan inventor-inventor dan penemu baru di bidang teknologi robot terbang Indonesia.

“Sehingga, nantinya (mereka) dapat memberi dampak besar di berbagai bidang, misalnya bidang kedirgantaraan, pertahanan, pemetaan wilayah, pertanian, termasuk pemantauan atau pemeliharaan infrastruktur di Indonesia,” ujarnya.

Salah satu peserta yakni Agung dari Institut Teknologi Telkom (ITT) Surabaya mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. “Sekarang tinggal eksekusi, target kami juara 1,” ujarnya optimistis secara daring.

Peserta lainnya, Fauzi dari Universitas Nurtanio Bandung yang mengikuti lomba pada divisi Racing Plane mengatakan, meski sedang menjalani Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ia dan tim tetap memberikan upaya maksimal untuk mengikuti ajang ini.

Pada kompetisi robot terbang ini, Puspresnas menghadirkan sejumlah juri yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama.

Tahun lalu, kegiatan Kontes Robot Terbang Indonesia berada di bawah program kegiatan Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek. Pada masa pandemi Covid-19, pada tahun 2020 KRTI dilaksanakan secara daring, dengan tuan rumah adalah UNILA dan kepanitiaan dari Puspresnas.

Tahun 2021, pelaksanaan KRTI 2021 tetap dilakukan secara daring oleh Puspresnas, dan ada penambahan divisi Technology Development dengan tujuan untuk lebih mendapatkan hasil dari proses penguasaan teknologi yang lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini