Sedih! Nasib Anak Kost Belum Dapat Kiriman, Datang ke Kawinan hingga Ngamen

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 17 November 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 65 2502747 sedih-nasib-anak-kost-belum-dapat-kiriman-datang-ke-kawinan-hingga-ngamen-kbij34NO4r.jpg Nasib anak kost/ shutterstock

SETIAP mahasiswa khususnya anak rantau, pasti pernah merasakan kesedihan saat uang kiriman tak kunjung datang. Berikut beberapa kisah mahasiswa yang harus bertahan dengan kondisi ekonomi yang minim.

1. Makan sehari 2000

Dari sebuah cerita di media sosial, seorang alumni mahasiswa Bandung pernah merasakan hanya makan Rp 2000 sehari dan memasak mie instan di kosan ketika uang bulanan telah habis sebelum waktunya. Uang Rp 2000 pun hanya bisa membeli nasi dan gorengan.

(Baca juga: Dear Anak Kos-kosan, Yuk Belajar Buka Usaha Sendiri)

Saat posisi darurat, dia hanya minum air putih saja bahkan kadang memilih berpuasa sunnah. Dia mengaku melakukan puasa sunnah apa saja demi berhemat sekaligus ibadah. Sesekali ada sahabat yang datang berkunjung dan membawakan makanan sebagai cemilan. Kehidupan seperti itu selalu ia jalani semasa masih menjadi mahasiswa.

2. Kisah Nekat ke Kawinan Orang tak Dikenal

Pada cerita yang beredar di media sosial, seorang mahasiwa Lembang, Bandung pernah melakukan aksi nekatnya. Tepat tahun 2002, dia pernah sengaja mendatangi pesta pernikahan orang lain. Hal itu dilakukan untuk bisa numpang makan makanan enak.

3.Ngamen

Tidak hanya makan gratis, mahasiswa lembang tersebut juga mengaku pernah mengamen untuk bisa mendapatkan uang tambahan. Kiriman orang tua yang terkadang meleset, membuat dia harus berpikir dewasa.

4. Ngebon kepada Pemilik Warung

Uang bulanan yang tidak kunjung datang, memaksa anak kos untuk ngebon di warung. Dari sebuah postingan di media sosial, terdapat seorang mahasiswa berusaha berhutang (ngebon) di sebuah warung dekat kosannya. Dengan muka penuh keberanian, dia mengutarakan keinginannya untuk mengebon makanan dengan jaminan awal bulan akan dibayar. Kebiasaan itu ia lakukan ketika uang kiriman orang tua terhambat. Namun, dilain sisi mahasiswa tersebut mencari penghasilan tambahan dengan menjadi seorang pelayan di suatu swalayan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini