Share

Ini Cerita Naira, Pelajar yang Wakili Indonesia di Program Future Doctor Harvard

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Selasa 16 November 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 624 2502447 ini-cerita-naira-pelajar-yang-wakili-indonesia-di-program-future-doctor-harvard-h14VqD9Ric.jpg Naira dan keluarga (Foto: Dokumen Cikal)

JAKARTA  - Naira Amadea Senoaji menjadi salah satu pelajar Indonesia terpilih yang baru saja menyelesaikan Future Doctors program yang diselenggarakan oleh Harvard Student Agency berkolaborasi dengan Learn with Leaders pada Oktober 2021 lalu. Naira adalah murrid kelas 10 Sekolah Cikal-Amri Setu.

Bertumbuh dengan minat dan bakat yang sesuai dengan cita dan didukung oleh orang tua serta sekolah merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa bagi setiap pelajar seperti halnya Naira Amadea Senoaji.

Melekat dengan profesi dokter yang dijalankan oleh keluarganya sejak kecil, Naira yang memiliki ketertarikan dengan program sains seperti kimia dan biologi pun merasa ingin melanjutkan peran menjadi seorang dokter di masa depan dan bermanfaat bagi sesama manusia.

 Baca juga: Pelajar Indonesia Raih Platinum Prize-Silver Prize di Olimpiade Internasional

“Papaku dan kakekku merupakan dokter. Dari dulu, profesi dokter itu telah melekat di aku dan dari kecil aku memang sudah ingin menjadi seperti papa dan kakek. Selain itu, aku pun juga merasa memiliki kemampuan yang baik di bidang sains, khususnya, kimia dan biologi.” cerita Naira melalui siaran pers, Senin (15/11/2021).

Kekuatan motivasi Naira untuk mengasah kemampuannya di bidang kedokteran pun mendapat dukungan dan kesempatan dengan mengikuti kegiatan seleksi Future Doctors Program, serta terpilih menjadi salah satu pelajar Indonesia.

 Baca juga: Pelajar Indonesia Ukir Prestasi di Ajang International Economics Olympiad (IEO) 2021

“Program ini mencari murid yang punya passion dan keinginan kuat di bidang kedokteran. Dalam proses seleksi, aku diminta menyerahkan motivation letter dengan pertanyaan dasar, kenapa ingin jadi dokter? Beberapa minggu kemudian aku mendapat kabar lolos dan diundang interview,” ucapnya.

Ketika ditanyakan mengapa ingin berdaya, Naira pun menjawab bahwa selama menjadi manusia yang memiliki potensi dan kapasitas, maka penting untuk menjadi manusia yang bermanfaat.

“Menurut aku jelas, penting menjadi manusia yang bermanfaat apalagi kita punya kapasitasnya. Kalau aku punya kemampuan, resources, support dan keinginan kuat, untuk apa aku pendam untuk diri sendiri,” ujarnya.

“Secara natural, aku suka membantu orang lain karena membantu dan menolong orang lain itu menyenangkan. Aku mencari profesi menjadi orang berdaya dan tetap bermakna buat diri sendiri. Di mana aku punya kesempatan menjadi orang yang bisa berdaya bagi masyarakat sekitar, inovasi di masa depan juga.” tuturnya.

Naira juga menceritakan keseruan proses belajar yang dilaksanakan bersama dengan fasilitator mahasiswa senior fakultas kedokteran Harvard University. Mewakili Indonesia, Naira pun bertemu dengan pelajar seusianya dari beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, India, Filipina, Ghana dan sebagainya.

“Untuk programnya sendiri berlangsung selama 4 hari secara virtual. Hari pertama, kami belajar bersama fasilitator murid senior di Harvard. Di sana pukul 9 pagi, di Indonesia pukul 8 malam,” katanya.

Dia mengatakan, mereka belajar mengenai genetika, imunologi dan kimia organic. Sedangkan di akhir sesi mereka mengerjakan proyek akhir mengenai penyakit bawaan dan membuat laporannya secara berkelompok.

Sebagai orang tua, dr. Purnawan Senoaji, Sp.OG-KFM, menceritakan kelekatan Naira dengan cerita dan peran ayahnya yang berdedikasi di bidang kesehatan dan berdaya bagi sesama.

“Sedari kecil Naira selalu kami tanamkan kepekaan sosial dengan dimulai pengamatan-pengamatan sederhana terutama di lingkungan sekitar. Kebetulan Ayahnya bekerja di bidang kesehatan, kami selalu memberikan cerita bagaimana seorang dokter itu dapat berbuat banyak untuk kemanusiaan khususnya di bidang kesehatan, misalnya menolong seseorang yang lost of hopes dan bisa mengubah dunia seseorang dengan membantu kesembuhan pasiennya.” cerita dr. Purnawan.

Kepala Sekolah Cikal-Amri Setu Siti Fatimah menyatakan kebanggaannya pada Naira. Sekolah Cikal-Amri Setu, katanya, akan mendukung Naira dan murid lainnya melalui program berbasis kompetensi dan personalisasi dan mengasah minat bakat, serta dukungan mengikuti berbagai kegiatan nasional dan internasional.

“Tentu saja kami ikut bangga dan senang dengan pencapaian Naira sebagai bagian dari perjalanan karir pendidikannya. Di awal sesi wawancara dengan Naira, kami sudah melihat bahwa Naira adalah murid yang memiliki kemampuan untuk terus berkembang. Kami mendukung hal-hal yang dibutuhkan Naira untuk terus berkembang melebihi batas dirinya saat ini,” ujarnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini