Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru Ujung Tombak Penjaga Psikologis Siswa saat Pandemi

Antara , Jurnalis-Selasa, 09 November 2021 |10:46 WIB
Guru Ujung Tombak Penjaga Psikologis Siswa saat Pandemi
Guru ujung tombak saat pandemi/ Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut, guru merupakan ujung tombak yang bisa membantu menjaga psikologis siswa pada masa pandemi Covid-19 berlangsung.

(Baca juga: P2G: Indonesia Kekurangan Guru ASN, Pola Ikatan Dinas Bisa Jadi Pertimbangan)

“Mempersiapkan secara psikologis, kemudian membelajarkan dengan paradigma baru, memilih mengajar anak sesuai dengan kemampuan anak itu sendiri, mengidentifikasi perbedaan anak ini guru adalah ujung tombaknya,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Nunuk Suryani.

(Baca juga: Bubarkan Pesta Halloween di SCBD, Polisi: Kita Tindak Tegas!)

Menurutnya, hilangnya pengetahuan dan keterampilan (learning loss) selama melakukan pembelajaran di rumah menyebabkan adanya penurunan minat belajar dan kesenjangan pembelajaran antarsiswa, sehingga guru memiliki peran untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Adanya learning loss, kata dia, membuat guru dituntut untuk menghadapi sebuah perbedaan metode belajar melalui pembuatan materi yang memasukkan nilai-nilai kompetensi 4C, seperti berfikir kritis, memiliki kreativitas, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan untuk bekerja sama.

“Pembelajaran itu tidak bisa satu untuk semua, tapi pembelajaran ini lebih sesuai dengan kebutuhan anak itu yang menjadi tantangan utama guru pada pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) ini,” kata dia.

Dia menambahkan, para guru sudah mulai terbiasa dan menguasai penggunaan teknologi, namun kemampuan tersebut perlu lebih ditingkatkan supaya dapat lebih menunjang pembelajaran pada saat PTMT dilakukan.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar para guru mengembangkan materi lebih menarik lagi, melalui media yang berbasis virtual, seperti menunjukkan kronologi peristiwa sejarah melalui virtual laboratory atau virtual tour ke tempat-tempat yang berhubungan dengan materi pembelajaran atau mengikuti pelatihan non-berbayar yang disediakan pihaknya untuk meningkatkan kualitas mengajar para guru.

“Harus dikembangkan karena pembelajaran pengembangan media yang berbasis virtual itu menjadi sangat penting, misalnya pembelajaran sejarah, bagaimana bisa menunjukkan kronologi peristiwa sejarah atau tempat-tempat peninggalan sejarah yang sesuai. Kalau di PPT saja itu tidak cukup,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement